
Sebuah solusi pertahanan baru berbasis gelombang mikro berdaya tinggi diperkenalkan oleh ThinKom Solutions dalam sebuah eksperimen Angkatan Darat Amerika Serikat yang berfokus pada penanggulangan drone.
Sistem tersebut, yang dipasang di bak sebuah pikap biasa, menarik perhatian karena kemampuannya untuk menetralkan ancaman udara tanpa menggunakan amunisi konvensional, dengan memanfaatkan energi elektromagnetik untuk merusak komponen elektronik target.
Teknologi yang digunakan perusahaan ini berbasis pada sistem VICTS milik sendiri, yang awalnya dikembangkan untuk komunikasi satelit. Setelah diadaptasi untuk aplikasi militer, peralatan ini terbukti mampu menangani tingkat daya yang sangat tinggi, dengan efisiensi yang lebih unggul dibandingkan solusi pemindaian elektronik tradisional. Pendekatan ini memungkinkan kinerja yang lebih baik tanpa meningkatkan konsumsi energi atau menyebabkan kelebihan panas.
Selama uji coba, sistem ini diintegrasikan dengan radar EchoShield, yang bertugas mendeteksi dan melacak drone secara real-time. Kombinasi kedua teknologi tersebut memungkinkan kendaraan untuk beroperasi saat bergerak, mengidentifikasi dan menetralkan ancaman secara otomatis tanpa perlu intervensi manual. Keunggulan ini memperluas penggunaan sistem dalam skenario dinamis, seperti perlindungan konvoi dan unit bergerak.
Dengan fokus pada pengurangan ukuran, berat, dan konsumsi energi, ThinKom mengandalkan solusi yang lebih ringkas dan mobile untuk bersaing di pasar sistem anti-drone yang terus berkembang. Dalam situasi di mana metode tradisional menghadapi keterbatasan dari segi biaya atau efektivitas, senjata gelombang mikro muncul sebagai alternatif yang menjanjikan, menawarkan respons cepat, kemampuan menghadapi banyak target, serta efek permanen pada sistem elektronik musuh.
Sumber: Defence Blog | Foto: X @DylanMalyasov | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
ThinKom’s truck-mounted microwave gun doesn’t jam drones — it destroys their electronics. Tested at a U.S. Army exercise.
Read more: https://t.co/Kep2mojfqf pic.twitter.com/TdpC9iNDea
— Dylan Malyasov | 🧐 (@DylanMalyasov) April 26, 2026
