
Lanying R6000, prototipe pesawat hasil konversi tak berawak pertama China, melakukan penerbangan perdananya, menurut laporan China Science.
Penerbangan pertama R6000 berlangsung di kota Deyang, Provinsi Sichuan, di barat daya China. Tidak dilaporkan berapa lama prototipe pesawat hasil konversi tersebut berada di udara.
Pesawat ini dikembangkan oleh United Aircraft. Bobotnya mencapai enam ton dan dirancang mampu mengangkut hingga 12 penumpang dengan jangkauan hingga 4.000 kilometer.
Pesawat ini dapat melakukan lepas landas dan pendaratan vertikal (VTOL) seperti helikopter, namun mampu mencapai kecepatan yang lebih tinggi saat terbang horizontal dibandingkan helikopter.
Menurut United, Lanying R6000 mampu mencapai kecepatan hingga 550 kilometer per jam, dengan ketinggian terbang maksimum 7.600 meter.
+ Kelas Trump: AS merencanakan USS Defiant, kapal tempur permukaan terbesar sejak Perang Dunia II
Ada kemungkinan bahwa R6000 akan digunakan untuk keperluan militer, termasuk pengangkutan personel atau pelaksanaan misi lainnya.
Bobot muatan dapat mencapai dua ton, yang memungkinkan pesawat ini digunakan untuk pengawasan, pengintaian, peperangan elektronik, dan retransmisi sinyal.
Foto: China Science. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
