
Sebuah pesawat yang dilaporkan membawa anggota Africa Corps Rusia jatuh di sekitar Gao, di utara Mali, di tengah gelombang serangan terkoordinasi terhadap posisi militer di negara tersebut.
Sebuah helikopter yang terkait dengan pasukan Rusia yang beroperasi di Mali dilaporkan ditembak jatuh di dekat kota Gao, di bagian utara negara itu, menurut laporan dari sumber yang terkait dengan penerbangan militer Rusia serta perwakilan Front Pembebasan Azawad (FLA).
Informasi tersebut awalnya dikaitkan dengan propagandis Rusia Ilya Tumanov, administrator saluran penerbangan militer Fighterbomber. Ia tidak merinci model pesawat atau keadaan pasti dari jatuhnya, tetapi menyatakan bahwa penyebab awalnya adalah “dampak tembakan eksternal,” istilah yang biasanya dikaitkan dengan penggunaan senjata antipesawat. Menurut laporan tersebut, awak dan kelompok bersenjata yang diangkut oleh helikopter tewas dalam kecelakaan itu.
Informasi awal tentang kemungkinan penembakan jatuh mulai beredar pada 25 April, ketika perwakilan FLA mengklaim telah menembak jatuh sebuah helikopter di wilayah Gao. Pada awalnya, tidak ada gambar jelas dari puing-puing. Kemudian, video yang diduga berasal dari lokasi kejadian muncul di media sosial, tetapi tidak memungkinkan identifikasi pasti dari pesawat tersebut.
🇲🇱🚨| At least one malian helicopter down near Wabaria.
As for now i can also confirm the presence of JNIM in Kati, and the progress of FLA in Kidal
Bamako airbase (101) was also attacked and is closed.
Sadio Camara (malian defence minister) house got partly destroyed by a… https://t.co/8MzQqmTyMB pic.twitter.com/8SqaCsq2FC
— Casus Belli (@casusbellii) April 25, 2026
Ofensif skala besar di Mali
Kejadian jatuhnya helikopter terjadi di tengah ofensif terkoordinasi terhadap beberapa wilayah strategis di Mali. Serangan dilaporkan terjadi di Bamako, Kati, Gao, Kidal, Mopti, dan Sévaré, yang menargetkan pangkalan militer, area dekat bandara, serta titik-titik sensitif lainnya. JNIM, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, dan pemberontak Tuareg dari Front Pembebasan Azawad mengklaim aksi di berbagai front.
Menurut Reuters, militer Mali menyatakan telah berhasil menangkis serangan dan menewaskan “ratusan” penyerang, angka yang belum diverifikasi secara independen. Pemerintah juga melaporkan bahwa 16 orang terluka dan pihak berwenang setempat memberlakukan jam malam di wilayah terdampak, termasuk Bamako dan Gao.
Kehadiran Rusia di Sahel
Rusia mempertahankan kehadiran militer di Mali melalui Africa Corps, struktur yang terkait dengan Kementerian Pertahanan Rusia dan dianggap sebagai penerus operasi mantan Grup Wagner di negara tersebut. Pasukan ini mendukung pemerintah militer Mali dalam operasi melawan pemberontak Tuareg di wilayah utara dan kelompok jihad di wilayah tengah.
Laporan menunjukkan bahwa pasukan Rusia beroperasi dari pangkalan penting seperti Gao, Kidal, dan Sévaré, serta turut melindungi tambang emas dan deposit mineral lainnya sebagai imbalan atas kontrak keamanan dengan otoritas lokal.
Sinyal peringatan bagi Bamako dan Moskow
Kemungkinan ditembak jatuhnya helikopter ini merupakan peristiwa sensitif bagi pemerintah Mali dan kehadiran Rusia di kawasan Sahel. Selain menyoroti meningkatnya risiko terhadap operasi udara di wilayah yang dilanda konflik berkepanjangan, kasus ini juga menunjukkan bahwa kelompok bersenjata lokal mungkin sedang meningkatkan kemampuan mereka untuk menyerang target bernilai tinggi.
Situasi di Gao dan Kidal tetap tidak stabil. FLA mengklaim telah mengambil posisi di Gao dan Kidal, sementara pemerintah Mali menyatakan telah merebut kembali kendali atas wilayah yang diserang. Namun, klaim-klaim ini belum diverifikasi secara independen.
+ AS menempatkan rudal antikapal di Filipina selama Balikatan 2026
Sumber dan gambar: Militarnyi, X @casusbellii , aviation-safety.net. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
