
Korps Marinir Amerika Serikat membawa peluncur antikapal NMESIS ke Filipina utara, di area strategis dekat Selat Luzon, selama latihan Balikatan 2026.
Amerika Serikat menempatkan peluncur rudal antikapal di utara Filipina selama Balikatan 2026, latihan militer tahunan terbesar yang digelar oleh Washington dan Manila. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian strategis terhadap Selat Luzon, jalur laut penting antara Filipina dan Taiwan.
Menurut Korps Marinir AS, lebih dari 1.300 marinir dan pelaut dari 3rd Marine Littoral Regiment, unit yang berbasis di Hawaii, berpartisipasi dalam edisi ke-41 Balikatan. Latihan ini melibatkan lebih dari 17.000 personel militer dari negara-negara seperti Filipina, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Kanada, Prancis, dan Selandia Baru, antara 20 April dan 8 Mei 2026.
Sistem yang digunakan adalah NMESIS — singkatan dari Navy-Marine Expeditionary Ship Interdiction System — sebuah platform bergerak yang dilengkapi rudal antikapal Naval Strike Missile. Berdasarkan gambar dan informasi yang dirilis oleh Marinir AS, peluncur tersebut terlihat di Cagayan North International Airport, yang juga dikenal sebagai Lal-lo Airport, di utara Luzon.
Lokasi tersebut memiliki bobot strategis. Dari utara Luzon, sistem antikapal ini memperluas kemampuan untuk menyimulasikan operasi penyangkalan area, pertahanan pesisir, dan serangan maritim di wilayah yang dekat dengan rute yang menghubungkan Laut Filipina, Laut China Selatan, dan perairan di sekitar Taiwan. Menurut Naval News, peluncur tersebut dapat mengenai target hingga jarak 185 kilometer, tergantung pada skenario operasional.
Fokus pada penyangkalan maritim dan pertahanan pesisir
3rd Marine Littoral Regiment dibentuk untuk beroperasi di lingkungan pesisir, dengan fokus pada sensor maritim, pertahanan udara, dukungan bagi pasukan gabungan, dan kemampuan untuk menolak akses pasukan lawan ke area-area penting. Dalam edisi 2026, unit tersebut berpartisipasi dalam latihan simulasi penyangkalan maritim, pertahanan udara dan antirudal terintegrasi, pengamanan wilayah maritim strategis, serta operasi defensif terhadap pendaratan.
Kehadiran NMESIS di Filipina bukan hal baru. Sistem ini sebelumnya telah muncul dalam latihan terdahulu, termasuk Balikatan 2025, ketika keikutsertaannya menandai tahap penting dalam demonstrasi kemampuan ekspedisioner Korps Marinir di Indo-Pasifik.
Dalam latihan-latihan sebelumnya, Marinir AS juga menguji mobilitas peluncur ini di pulau-pulau utara Filipina, termasuk wilayah Batanes, yang terletak di Selat Luzon. Tujuannya adalah menunjukkan bagaimana sistem yang relatif mudah dipindahkan dapat dikerahkan dengan cepat ke titik-titik sensitif di rantai pulau pertama, konsep utama dalam strategi AS untuk Indo-Pasifik.
Balikatan mendapat dimensi multinasional
Balikatan 2026 berlangsung pada tahun ketika Perjanjian Pertahanan Bersama antara Amerika Serikat dan Filipina genap berusia 75 tahun. Selain partisipasi Amerika dan Filipina, latihan tahun ini juga mencakup kontingen dari sekutu dan mitra, memperkuat dimensi multinasional dari manuver tersebut.
Kegiatan tersebut juga mencakup latihan tembakan langsung dan operasi maritim di Filipina utara. Jepang berpartisipasi dengan sistem antikapal Type 88, sementara Filipina diperkirakan akan menggunakan rudal BrahMos dalam skenario serangan maritim nyata atau simulasi, sesuai dengan perencanaan yang diumumkan untuk latihan tersebut.
Meningkatnya kehadiran sistem seperti NMESIS, HIMARS, dan platform jarak menengah di kepulauan Filipina mencerminkan semakin pentingnya Filipina dalam arsitektur pertahanan AS di Indo-Pasifik. Pergerakan ini juga terjadi dalam konteks ketegangan yang kerap muncul antara Manila dan Beijing di Laut China Selatan, serta kekhawatiran regional terhadap kemungkinan krisis yang melibatkan Taiwan.
+ Kapal pemburu ranjau Belanda Schiedam kembali setelah misi NATO di Laut Baltik
+ Angkatan Laut Indonesia menenggelamkan bekas LST Jerman Timur dalam latihan di Laut Jawa
Sumber dan gambar: U.S. Marine Corps | Marines.mil. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
