
Pasukan Bela Diri Maritim Jepang menyelenggarakan upacara resmi penurunan bendera untuk JS Udzushio, kapal selam kelas Oyashio, menandai berakhirnya 25 tahun masa tugas aktif di armada Jepang.
Udzushio resmi masuk dinas pada 9 Maret 2000. Pembangunan kapal dimulai pada 6 Maret 1996 di fasilitas Kawasaki Heavy Industries di Kobe, dan diluncurkan ke laut pada 15 Oktober 1998. Desain ini merupakan bagian dari satu generasi yang memainkan peran sentral dalam kemampuan penangkalan dan pengawasan bawah laut Jepang selama beberapa dekade terakhir.
Pada Desember 2025, Angkatan Laut Jepang masih mengoperasikan enam kapal selam kelas Oyashio. Di antaranya, dua unit—Isoshio dan Makashio—telah dikonversi untuk fungsi pelatihan dan digunakan dalam pembinaan awak baru.

Karakteristik teknis
Kapal selam kelas Oyashio memiliki bobot benaman standar 2.750 ton dan bobot benaman saat menyelam sekitar 5.500 ton. Dengan panjang 82 meter dan lebar 8,9 meter, kapal ini mampu mencapai hingga 12 knot saat berlayar di permukaan dan sekitar 20 knot saat menyelam.
Awak standar terdiri dari sekitar 70 personel. Persenjataan mencakup enam tabung torpedo 533 mm, yang kompatibel dengan torpedo Tipe 89 dan rudal antikapal Harpoon.
Transisi ke generasi baru

Penerus langsung kelas Oyashio adalah kelas Taigei, yang saat ini sedang dibangun untuk Angkatan Laut Jepang. Kapal selam generasi baru ini mengadopsi peningkatan signifikan dalam pengurangan jejak akustik serta dilengkapi sistem propulsi yang lebih modern. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Jepang telah mendanai sepuluh unit kelas Taigei, dengan empat unit sudah masuk dinas dan empat lainnya berada pada berbagai tahap pembangunan.
+ Video: Penjaga Pantai AS mencegat tanker kedua yang dikenai sanksi di dekat Venezuela
自衛艦旗返納、長い間ご苦労さまでした。😍 pic.twitter.com/cwyx3cVxkR
— MICHIYA MURATA (@MICHIYAM) December 19, 2025
Sumber dan gambar: MICHIYA MURATA X @MICHIYAM | Militarnyi. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
