YFQ-44A diintegrasikan ke Unit Operasi Eksperimental Angkatan Udara AS

YFQ-44A. Foto: USAF
YFQ-44A. Foto: USAF

Latihan yang dilakukan di Pangkalan Udara Edwards, California, menerapkan konsep baru akuisisi yang berorientasi pada pertempuran dan mempercepat pengembangan operasional Collaborative Combat Aircraft

Angkatan Udara Amerika Serikat baru-baru ini menyelesaikan sebuah latihan yang dianggap sangat penting dengan penggunaan YFQ-44A dalam lingkup Experimental Operations Unit (EOU), unit yang berada di bawah Air Combat Command. Kegiatan yang dilaksanakan di Pangkalan Udara Edwards, California, itu juga menandai penerapan praktis prinsip-prinsip dari Warfighting Acquisition System yang baru, sebuah model yang bertujuan mempercepat pengiriman kapabilitas militer melalui eksperimen operasional yang dilakukan lebih awal dalam prosesnya.

Latihan tersebut menggunakan pesawat dari program Collaborative Combat Aircraft (CCA) dan mewakili perubahan penting dalam cara USAF ingin mengembangkan jenis kapabilitas ini. Alih-alih hanya bergantung pada tahapan pengujian yang lebih akhir, pendekatan ini menempatkan operator langsung di pusat eksperimen sejak awal, membantu membentuk taktik, teknik, dan prosedur yang dapat mempercepat masuknya platform tak berawak ini ke dalam layanan operasional.

YFQ-44A. Foto: USAF
YFQ-44A. Foto: USAF

Personel militer dari EOU bekerja bersama 412th Test Wing, dari Air Force Materiel Command, dalam serangkaian sortie yang berfokus pada penyempurnaan prosedur operasional dan logistik untuk penggunaan serta pemeliharaan CCA di lingkungan yang diperebutkan. Menurut Angkatan Udara, jenis pengujian praktis seperti ini merupakan bagian penting dari strategi untuk menghadirkan kekuatan udara tak berawak dengan cepat dan dalam skala besar, dengan mengurangi hambatan antara bidang kebutuhan, akuisisi, dan operasi.

Menurut Letnan Kolonel Matthew Jensen, komandan EOU, kegiatan eksperimental tersebut dijalankan sepenuhnya oleh anggota unit, dari awal hingga akhir. Ia menekankan bahwa setiap sortie direncanakan dan dilaksanakan dengan partisipasi langsung para personel tempur, bukan hanya insinyur atau pilot uji, sehingga memungkinkan pembelajaran yang lebih dekat dengan tuntutan nyata di medan tempur.

Sebagai unit yang ditunjuk untuk mengembangkan konsep penggunaan CCA, misi utama EOU memang menempatkan perspektif operator di pusat proses. Gagasannya adalah bahwa keterlibatan sejak tahap awal ini akan membantu membangun taktik, teknik, dan prosedur pertama yang diperlukan untuk memastikan bahwa pesawat-pesawat ini dapat diintegrasikan secara layak ke dalam operasi masa depan.

YFQ-44A. Foto: USAF
YFQ-44A. Foto: USAF

Program CCA dipandang sebagai salah satu proyek percontohan utama dari Warfighting Acquisition System, dan dirancang untuk bergerak dari konsep menuju kapabilitas tempur yang kredibel dalam waktu singkat. Tujuannya, menurut USAF, adalah mendekatkan operator, pengembang, dan tim penguji dalam satu siklus umpan balik berkelanjutan, yang berfokus pada penyampaian kapabilitas militer dengan kecepatan yang dituntut oleh situasi saat ini.

Bagi Kolonel Timothy Helfrich, eksekutif akuisisi untuk portofolio pesawat tempur dan pesawat canggih, kolaborasi yang terlihat selama latihan tersebut merupakan dasar dari transformasi yang sedang berlangsung di bidang akuisisi. Menurutnya, dengan mengintegrasikan operator EOU dengan para profesional akuisisi, Angkatan Udara dapat menyesuaikan risiko operasional dan risiko pengembangan secara real time, serta mengadopsi proses yang lebih lincah.

Berakhirnya latihan ini dipandang sebagai satu langkah penting lainnya menuju penyediaan kapabilitas yang diharapkan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan daya tahan pesawat berawak dalam pertempuran. Dengan demikian, Angkatan Udara AS terus bergerak menuju kapabilitas CCA yang sepenuhnya operasional untuk mendukung Joint Force di masa depan.

Sumber dan gambar: USAF. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top