
India mengambil langkah penting menuju kemandirian teknologi di sektor kedirgantaraan militer dengan berhasil menyelesaikan uji dinamis berkecepatan tinggi pada sistem pelontar kursi untuk jet tempur, yang dilakukan pada kecepatan 800 km/jam.
Informasi tersebut disampaikan oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO).
+ Audi merayakan 50 tahun mesin lima silinder ikonisnya
Eksperimen dilakukan di kompleks uji Rail Track Rocket Sled, di mana kokpit dipercepat hingga 800 km/jam menggunakan motor roket berbahan bakar padat. Pada puncak simulasi, sistem tersebut secara presisi melontarkan boneka pilot, membuktikan efektivitas kursi lontar dan mekanisme keselamatannya.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Pengujian dilakukan bekerja sama dengan Aeronautics Development Agency (ADA) dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL), sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kemampuan nasional dalam pengembangan pesawat militer.

Menurut DRDO, jenis evaluasi dinamis ini sangat kompleks dan menempatkan India ke dalam kelompok kecil negara dengan infrastruktur uji canggih untuk sistem evakuasi pilot — sebuah klub yang mencakup Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis, India, dan Swedia.
Pentingnya uji dinamis
Tidak seperti uji statis, uji pelontaran dinamis mensimulasikan kondisi penerbangan nyata, memungkinkan verifikasi bagaimana kursi lontar dan kokpit bereaksi pada kecepatan tinggi, getaran, dan gaya aerodinamika ekstrem.

Pelontaran dari pesawat militer hanya terjadi dalam keadaan kritis, seperti kegagalan serius atau kerusakan saat pertempuran. Proses ini, yang berlangsung sekitar empat detik, melibatkan aktivasi perangkat peledak di bawah kursi yang melemparkan pilot keluar dari kokpit. Kemudian sensor menghitung waktu ideal pembukaan parasut untuk memastikan pendaratan aman.
Dalam keadaan darurat, pilot atau kopilot mengulangi perintah verbal “lontar” dan menarik tuas, memicu seluruh rangkaian otomatis — dari pelepasan kursi hingga pembukaan parasut. Pada Mei tahun ini, sistem serupa menyelamatkan nyawa pilot F-16 Ukraina setelah terjadi kerusakan saat pertempuran.
Klub produsen kursi lontar
Produksi sistem pelontar lengkap dikuasai hanya oleh beberapa negara. Produsen kursi lontar antara lain:
- Inggris
- Amerika Serikat
- Rusia
- Tiongkok
- Prancis
- India
- Swedia
Perusahaan Inggris Martin-Baker adalah pemimpin dunia di sektor ini, dengan kursi yang digunakan pada pesawat seperti F-35, Gripen, Eurofighter Typhoon, Mirage, dan sebagian pada F-16. Pentingnya sistem ini begitu besar sehingga setelah Perang Falklands, Inggris memberlakukan embargo yang mencegah Argentina menerima komponen penting — termasuk memblokir pengiriman jet tempur Super Étendard.
Negara lain mengembangkan kursi lontar terutama untuk pesawat mereka sendiri. Saab dari Swedia, misalnya, memproduksi sistem terintegrasi untuk JAS 39 Gripen, beberapa di antaranya dibuat bekerja sama dengan Martin-Baker dan ditujukan untuk operator masa depan seperti Ukraina.
Sumber dan gambar: Defence Research and Development Organisation – DRDO | militarnyi. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
