
Samsun Yurt Savunma (Grup SYS), perusahaan di balik merek CANiK, AEI Systems, dan UNIROBOTICS, untuk pertama kalinya melakukan uji tembak langsung di Inggris menggunakan meriam kaliber menengah 30×113 mm VENOM LR selama acara Close Combat Symposium (CCS) 2025 yang berlangsung dari 1 hingga 3 Juli.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
CCS 2025 mempertemukan pejabat penting dari Kementerian Pertahanan Inggris, delegasi dari NATO, negara mitra, lembaga riset, dan perusahaan integrator sistem. Grup SYS memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kehadirannya di sektor pertahanan internasional dengan mendemonstrasikan kinerja produk-produknya secara nyata di lapangan.
+ Video: Kapal kargo Eternity C tenggelam di Laut Merah setelah serangan oleh Houthi
Dengan moto “solusi holistik di bawah satu atap”, grup ini menampilkan lini produk lengkap mulai dari senjata ringan hingga sistem kaliber menengah dan solusi kendali tembak jarak jauh. CANiK hadir sebagai sponsor “Five-Star Plus” dalam simposium ini.
Salah satu sorotan utama adalah integrasi meriam VENOM LR 30×113 mm dari AEI Systems ke dalam kendaraan lapis baja Dragon 4×4 milik NMS UK, menggunakan sistem TRAKON 30 RCWS (Remote Controlled Weapon System). Kombinasi ini ditampilkan untuk pertama kalinya di Inggris dan mendapat banyak perhatian setelah sebelumnya mendapat respons positif di Lituania.

Meriam VENOM LR dikenal sebagai salah satu meriam dengan recoil terendah dan tembakan cepat yang dapat disesuaikan di dunia. Ia kompatibel dengan semua amunisi 30×113 mm, termasuk M788 dari General Dynamics yang digunakan pada helikopter Apache milik Inggris.
Sistem ini sangat fleksibel dan dapat digunakan pada kendaraan darat 4×4 maupun platform laut, memberikan keunggulan logistik dan fleksibilitas dalam berbagai skenario operasional.
Sumber dan gambar: savunmasanayist | X @AEISystemsLtd. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
