
Hanya lima dari 21 awak kapal yang berhasil diselamatkan; sebagian besar awak berasal dari Filipina
Sebuah kapal kargo berbendera Panama, diidentifikasi sebagai Eternity C, tenggelam pada hari Selasa (9) di Laut Merah setelah terkena rudal yang diluncurkan oleh pasukan Houthi dari Yaman. Kapal tersebut menjadi sasaran serangan lain dalam kampanye maritim yang dilakukan oleh pemberontak, yang telah mempengaruhi puluhan kapal di wilayah tersebut.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Menurut informasi awal, hanya 5 dari 21 awak kapal yang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. Beberapa pelaut tewas dalam serangan itu, dan banyak lainnya dinyatakan hilang. Hampir seluruh awak kapal merupakan warga negara Filipina.
+ Video: Bola Api Menerangi Langit Swedia dan Ledakan Terdengar di Kepulauan Åland
Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan momen ketika kelompok Houthi meluncurkan rudal ke arah kapal kargo Eternity C, yang sedang berlayar di perairan internasional. Ledakan tersebut diduga menyebabkan kerusakan struktural yang parah, yang akhirnya menyebabkan kapal tenggelam beberapa jam kemudian.
Ini adalah salah satu insiden paling serius sejak dimulainya kampanye Houthi terhadap target maritim, yang semakin intensif sebagai bentuk balasan atas dukungan Barat terhadap koalisi pimpinan Arab Saudi dalam konflik di Yaman.
Serangan ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran komersial di Laut Merah, jalur vital bagi perdagangan global.
Sumber dan gambar: MMY.ME. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
