
STM secara resmi meluncurkan korvet pertama program LMS Batch-2 untuk Angkatan Laut Kerajaan Malaysia di Istanbul.
Diberi nama “TUNKU LAKSAMANA ABDUL JALIL”, kapal ini menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Turki sekaligus ekspor pertama korvet Turki ke kawasan Asia-Pasifik.
Proyek ini merupakan bagian dari perjanjian pemerintah-ke-pemerintah antara Turki dan Malaysia yang ditandatangani pada tahun 2024. Menurut STM, jadwal proyek berjalan cepat setelah tahap pemotongan baja dan peletakan lunas, sehingga memungkinkan peluncuran kapal pertama kurang dari dua tahun setelah kontrak ditandatangani.
Perusahaan Turki tersebut berencana meluncurkan dua korvet lainnya masih pada tahun 2026, dengan pengiriman dijadwalkan selesai hingga 2027. Kapal-kapal ini dikembangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Malaysia dan akan dilengkapi sistem tempur modern, radar, sensor elektronik, serta rudal antikapal ATMACA buatan ROKETSAN.

Dengan panjang sekitar 100 meter dan bobot sekitar 2.500 ton, kapal-kapal tersebut mampu menjalankan misi peperangan permukaan, pertahanan udara, dan peperangan elektronik. Korvet ini juga memiliki desain siluman, hanggar untuk helikopter ukuran menengah, dan daya tahan operasional hingga 14 hari di laut.
Malaysia hari ini mencatatkan sejarah baharu dalam pengukuhan pertahanan maritim menerusi Upacara Penamaan dan Pelancaran Kapal Misi Pesisir Batch 2 (LMSB2) pertama, TUNKU LAKSAMANA ABDUL JALIL, di Istanbul Shipyard, Türkiye.
Berita penuh: https://t.co/WkwPv3tosZ pic.twitter.com/TxqG3yV3OB— Royal Malaysian Navy (@tldm_rasmi) May 24, 2026
+ Inggris menyiapkan kapal dengan drone angkatan laut untuk beroperasi di Selat Hormuz
Sumber: Naval News | Foto: Kementerian Pertahanan Malaysia | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
