
Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengoperasikan kendaraan pemadam kebakaran baru berbasis Polaris DAGOR, platform taktis ultraringan yang awalnya dikembangkan untuk operasi pasukan khusus.
Menurut laporan dari situs Defence Blog, model tersebut diperkenalkan dalam sebuah latihan di Pangkalan Angkatan Udara Hill, Utah, tempat kendaraan ini menunjukkan kemampuannya beroperasi di medan yang sulit dijangkau oleh truk pemadam kebakaran konvensional.

Untuk mengubahnya menjadi truk pemadam kebakaran, DAGOR dilengkapi dengan Ward Mobile Airfield Rescue Kit (MARK-1), yang dikembangkan melalui kerja sama antara ADS dan Ward Apparatus atas permintaan Angkatan Udara AS.
Paket tersebut menambahkan tangki berisi sekitar 568 liter air, pompa dengan debit sekitar 360 liter per menit, meriam air depan dengan berbagai mode operasi, selang, pompa hisap untuk mengambil air dari sungai dan danau, serta peralatan khusus untuk menyelamatkan pilot dari pesawat yang mengalami kecelakaan.

Karakteristik penting lainnya adalah mobilitas kendaraan yang sangat tinggi. Polaris DAGOR dirancang dengan suspensi yang terinspirasi dari kendaraan balap off-road dan dapat diangkut di dalam pesawat C-130 Hercules, digantung di bawah helikopter UH-60 Black Hawk, atau diterjunkan dengan parasut, sehingga memungkinkan pengerahan cepat ke wilayah terpencil atau pangkalan garis depan.

Menurut Angkatan Udara, Pangkalan Angkatan Udara Hill adalah salah satu dari hanya tiga instalasi milik institusi tersebut yang secara permanen memiliki MARK-1. Selain memperluas kemampuan respons dalam kecelakaan pesawat dan kebakaran hutan, kendaraan ini juga akan digunakan dalam pelatihan petugas pemadam kebakaran militer, memungkinkan simulasi yang lebih realistis dan mempersiapkan tim untuk operasi baik di wilayah nasional maupun dalam skenario perang.
Foto: DVIDS. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
