
Drone laut Ukraina melancarkan serangan baru terhadap apa yang disebut sebagai armada minyak bayangan Rusia, menghantam dua kapal tanker di dekat pelabuhan Novorossiysk.
Aksi tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Volodymyr Zelensky, yang merilis rekaman momen terjadinya hantaman.
Operasi itu dilakukan bersama oleh Dinas Keamanan Ukraina dan Angkatan Laut negara tersebut, di bawah koordinasi komando militer. Menurut Zelensky, kapal-kapal yang dihantam digunakan untuk mengangkut minyak, aktivitas yang secara langsung terkait dengan upaya Rusia untuk menghindari sanksi internasional.
Rekaman menunjukkan bahwa drone menghantam area-area penting kapal, seperti buritan dan ruang mesin, yang diperkirakan akan membutuhkan perbaikan rumit dan berbiaya tinggi. Para ahli menyebut bahwa kerusakan pada struktur semacam ini dapat membuat kapal tidak beroperasi dalam waktu lama.
Ini merupakan serangan ketiga dari jenis ini dalam satu minggu. Beberapa hari sebelumnya, drone telah menghantam kapal tanker MARQUISE, yang diduga beroperasi tanpa pelacakan untuk menyembunyikan asal muatan. Selain itu, pasukan Ukraina juga menyerang kapal-kapal Rusia yang bertanggung jawab atas keamanan Jembatan Krimea, sehingga meningkatkan tekanan terhadap aset-aset strategis Rusia.
Our warriors continue to apply sanctions against Russia’s shadow oil fleet – two such vessels were struck in the waters at the entrance to the port of Novorossiysk. These tankers had been actively used to transport oil – not anymore. I am grateful to Chief of the General Staff… pic.twitter.com/8aCse8h95j
— Volodymyr Zelenskyy / Володимир Зеленський (@ZelenskyyUa) May 3, 2026
Sumber: Militarnyi | Foto: X @ZelenskyyUa | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
