
Pangkalan Udara Edwards di California telah merilis nama delapan anggota tim yang tewas setelah sebuah pesawat pengebom B-52 Stratofortress jatuh tak lama setelah lepas landas, dalam misi uji rutin yang dilakukan pada hari Senin.
Menurut 412th Test Wing, nama-nama tersebut diumumkan setelah periode 24 jam pascapemberitahuan kepada keluarga, sesuai dengan kebijakan yang disebutkan dalam pernyataan resmi. Kecelakaan itu sedang diselidiki oleh Dewan Sementara Investigasi Keselamatan, dan lapangan udara Edwards tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Para korban diidentifikasi sebagai Kol. Gregory Watson, 53 tahun, perwira sistem senjata Boeing dan reservis Angkatan Udara; Letkol Gabriel Estrella, 40 tahun, perwira sistem senjata dari Air Force Operational Test and Evaluation Center; Letkol purnawirawan Miles Middleton, 50 tahun, pilot Boeing; Mayor Alexander Davis, 34 tahun, perwira sistem senjata dari 419th Flight Test Squadron; Mayor Robert Dee, 40 tahun, pilot dari 419th Flight Test Squadron; Mayor Brad Hovey, 35 tahun, pilot dari 419th Flight Test Squadron; Jeromy Smith, 32 tahun, insinyur uji terbang; dan Christopher Rischar, 41 tahun, insinyur uji terbang sekaligus kontraktor JT4.
Komandan 412th Test Wing, Kolonel Thomas Tauer, menggambarkan para korban sebagai profesional yang berdedikasi dan anggota komunitas Edwards yang tidak tergantikan. Menurutnya, prioritas langsung pangkalan adalah memberikan dukungan kepada keluarga, rekan militer, warga sipil Angkatan Udara, dan mitra misi yang terdampak tragedi tersebut.
Pangkalan Udara Edwards merupakan salah satu pusat pengujian paling penting dalam penerbangan militer Amerika Serikat. 412th Test Wing bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan uji terbang serta uji darat yang melibatkan pesawat, sistem senjata, perangkat lunak, dan komponen milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

B-52 Stratofortress sendiri merupakan salah satu pesawat pengebom strategis paling dikenal di dunia. Meskipun merupakan platform yang awalnya dikembangkan pada masa Perang Dingin, model ini tetap beroperasi sebagai pesawat jarak jauh yang mampu menjalankan misi dengan persenjataan konvensional berpemandu dan juga dalam arsitektur penangkalan strategis AS.
Selain pilot dan perwira sistem senjata, penerbangan itu melibatkan insinyur pengujian serta profesional yang terkait dengan industri dan kontraktor, sesuatu yang umum dalam misi evaluasi dan pengembangan, tetapi sekaligus menunjukkan kompleksitas teknis operasi semacam ini.
Di pangkalan seperti Edwards, penerbangan jenis ini dapat mencakup evaluasi teknis, pengumpulan data, validasi sistem, serta keterlibatan bersama personel militer, warga sipil, dan perwakilan industri dirgantara. Penyebab jatuhnya pesawat belum diumumkan.
Sumber dan gambar: Edwards Air Force Base / U.S. Air Force. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
