Kendaraan lapis baja AMPV milik Angkatan Darat AS mendapatkan sistem kemudi otonom

Kendaraan lapis baja AMPV milik Angkatan Darat AS mendapatkan sistem kemudi otonom
Kendaraan lapis baja AMPV milik Angkatan Darat AS mendapatkan sistem kemudi otonom (Foto: BAE Systems)

Angkatan Darat Amerika Serikat memulai pengujian versi otonom baru dari kendaraan lapis baja AMPV (Armored Multi Purpose Vehicle), memperluas upaya untuk mengintegrasikan teknologi tanpa pengemudi ke dalam kendaraan militer darat.

Menurut situs Defence Blog, pembaruan ini dikembangkan oleh BAE Systems bekerja sama dengan Forterra. Sistem ini berfokus pada kit transmisi drive-by-wire dari RENK America, yang berfungsi sebagai antarmuka perangkat keras yang memungkinkan perangkat lunak kemudi otonom AutoDrive milik Forterra mengendalikan kendaraan tanpa operator manusia di kemudi.

“Kami fokus menghadirkan kemampuan yang benar-benar dapat bekerja di dunia nyata. Memanfaatkan sistem yang sudah digunakan dan terbukti andal adalah cara untuk mempercepat pengembangan tanpa mengambil risiko yang tidak perlu,” ujar Corey Johnson, CEO RENK America.

AMPV yang diproduksi oleh BAE Systems merupakan pengganti utama kendaraan lapis baja lama M113 dan dikembangkan untuk misi pengangkutan pasukan, evakuasi medis, komando, serta dukungan logistik di medan perang.

Dengan kit otonom baru ini, kendaraan tersebut mampu bernavigasi tanpa pengemudi di lingkungan yang kompleks. Tujuannya adalah memungkinkan kendaraan militer menjalankan misi berbahaya dengan mengurangi paparan langsung tentara terhadap pertempuran, terutama dalam operasi logistik dan dukungan lanjutan, menurut Defence Blog.

Angkatan Darat AS terus mempercepat program kendaraan otonom setelah pelajaran yang diperoleh dari konflik terbaru, khususnya di Ukraina, di mana drone dan sistem tanpa awak memainkan peran yang semakin penting dalam operasi militer modern.

+ Angkatan Darat AS Memilih Drone Rogue 1 untuk Menghancurkan Tank dari Jarak Jauh

Foto: BAE Systems. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top