Jerman melakukan penerbangan pertama helikopter nirawak baru untuk evakuasi medis

Wespe 9Y-01. Foto: LinkedIn AVILUS
Wespe 9Y-01. Foto: LinkedIn AVILUS

Perusahaan teknologi kedirgantaraan Jerman AVILUS telah menyelesaikan penerbangan pertama helikopter nirawak Wespe 9Y-01, menandai kemajuan penting dalam pengembangan platform otonom yang ditujukan untuk misi dukungan logistik dan evakuasi medis di zona tempur.

Informasi tersebut dilaporkan oleh situs Defence Blog. Selama pengujian, pesawat menunjukkan kemampuan untuk melayang, serta melakukan pergerakan terkontrol ke depan dan ke samping di bawah kendali jarak jauh.

Proyek ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat di kalangan angkatan bersenjata modern: mengevakuasi prajurit yang terluka dari area berisiko tanpa mengekspos awak manusia terhadap ancaman seperti sistem pertahanan udara, drone, dan serangan artileri. Menurut para pengembang, penggunaan platform nirawak dapat secara signifikan mengurangi risiko yang terkait dengan misi evakuasi medis helikopter tradisional.

Wespe memiliki kapasitas untuk mengangkut muatan antara 200 hingga 350 kilogram, jangkauan hingga 300 kilometer, dan kecepatan jelajah sekitar 120 km/jam. Keunggulan lainnya adalah logistiknya yang sederhana: pesawat ini dapat diangkut di dalam kontainer standar 20 kaki, sehingga memudahkan pemindahan dan pengerahan cepat di berbagai medan operasi.

Wespe 9Y-01. Foto: LinkedIn AVILUS
Wespe 9Y-01. Foto: LinkedIn AVILUS

Penerbangan perdana dilakukan dengan dukungan RasCore Ground Control Station, yang digunakan untuk memantau dan mengendalikan pesawat selama pengujian. Perusahaan menyatakan bahwa program ini akan terus berkembang untuk memvalidasi fitur-fitur baru dan memperluas kemampuan operasional platform tersebut.

“Awak dan pesawat sudah siap, dan penerbangan ini mengonfirmasi keyakinan tersebut. Kami menantikan tahap pengembangan dan uji terbang berikutnya,” kata Carlos Hünteler, insinyur kepala Wespe.

Sumber dan gambar: Defence Blog | AVILUS. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top