Jepang selesaikan konversi JS Izumo untuk mengoperasikan jet tempur F-35B

Jepang selesaikan konversi JS Izumo untuk mengoperasikan jet tempur F-35B. Foto: Facebook @fleetsurfaceforce
Jepang selesaikan konversi JS Izumo untuk mengoperasikan jet tempur F-35B. Foto: Facebook @fleetsurfaceforce

Kapal kedua kelas Izumo keluar dari dok kering dengan haluan yang didesain ulang, menandai kemajuan dalam rencana Jepang untuk menyesuaikan kapal induk helikopternya agar dapat mengoperasikan pesawat lepas landas pendek dan mendarat vertikal

Perusahaan galangan kapal Jepang, Japan Maritime United, telah menyelesaikan konversi kapal induk helikopter JS Izumo menjadi kapal induk, menandai satu lagi tahap penting dalam program modernisasi angkatan laut Jepang. Informasi ini diumumkan melalui halaman resmi komando permukaan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

Dengan selesainya tahap ini, kapal tersebut kini telah keluar dari dok kering dan menampilkan perubahan struktural yang terlihat jelas. Di antara perubahan utama adalah modifikasi pada haluan, yang diperlebar untuk menambah area yang dapat digunakan di dek penerbangan. Adaptasi ini bertujuan untuk mempermudah pengoperasian jet tempur F-35B Lightning II, model pesawat lepas landas pendek dan mendarat vertikal yang akan menjadi bagian dari kemampuan udara berbasis kapal Jepang.

Meski telah mengalami kemajuan, JS Izumo masih dijadwalkan menjalani pekerjaan perbaikan dan modernisasi tambahan. Menurut rencana awal Kementerian Pertahanan Jepang, seluruh rangkaian pekerjaan itu diperkirakan akan selesai pada 2027.

Modernisasi kapal ini merupakan bagian dari proses dua tahap yang dilaksanakan selama inspeksi teknis rutin setiap lima tahun. Tahap pertama selesai pada Juni 2021 dan mencakup penerapan lapisan pelindung panas di dek penerbangan, pemasangan lampu pendukung operasi udara, serta penandaan garis parkir berwarna kuning.

Tahap kedua, yang dimulai pada 1 November 2024, berfokus pada perubahan yang lebih mendalam pada desain kapal. Perubahan utamanya adalah bentuk haluan yang diubah menjadi lebih persegi, mirip dengan yang diterapkan pada JS Kaga, sehingga memungkinkan pengoperasian F-35B secara lebih efisien.

JS Izumo sendiri sudah menunjukkan kompatibilitas praktis dengan jenis pesawat ini pada 3 Oktober 2021, ketika kapal tersebut menerima uji coba dengan jet tempur F-35B milik Korps Marinir Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, dua pesawat dari Skuadron Serang Tempur ke-242 Marinir, VMFA-242 “Bats”, yang berbasis di Iwakuni, Jepang, melakukan pendaratan vertikal dan lepas landas pendek di dek kapal.

Empat F-35B beroperasi di JS Kaga dalam latihan yang memperluas kekuatan udara Jepang-AS. Foto: X @USPacificFleet
F-35B. Foto: X @USPacificFleet

Uji coba tersebut bertujuan untuk memverifikasi hasil tahap pertama modernisasi, terutama performa lapisan pelindung panas yang dipasang di dek. Sistem ini dianggap penting untuk menahan suhu ekstrem yang dihasilkan mesin pesawat saat melakukan pendaratan vertikal.

Secara paralel dengan program angkatan laut, Kementerian Pertahanan Jepang juga mendanai pemulihan Skuadron Tempur Taktis ke-202, yang diproyeksikan menjadi unit pertama Pasukan Bela Diri Udara Jepang yang siap mengoperasikan pesawat berbasis kapal. Pemerintah Jepang mengalokasikan US$125 juta untuk modernisasi JS Izumo.

Program ini mengikuti jalur pengembangan yang sama seperti yang diterapkan pada JS Kaga, kapal saudara Izumo. Pada Oktober 2024, Kaga menjalani uji coba serupa di lepas pantai California, уже dengan haluan baru terpasang. Selama pengujian tersebut, pesawat F-35B melakukan operasi malam hari dan evaluasi dengan muatan maksimum, yang semakin memvalidasi konfigurasi baru itu.

Konversi kapal-kapal kelas Izumo mencerminkan komitmen Jepang yang semakin besar untuk memperluas kemampuan proyeksi kekuatan maritimnya dan mengoperasikan jet tempur berbasis kapal dalam lingkungan pertahanan regional Indo-Pasifik yang semakin sensitif.

Sumber dan gambar: Facebook @fleetsurfaceforce. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top