
Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi kemampuan pengisian bahan bakar di udara menggunakan boom kaku (flying boom), setelah mengonfirmasi bahwa jet tempur masa depan yang dikembangkan melalui program GCAP akan menggunakan sistem tersebut secara eksklusif.
Saat ini, armada pesawat tanker Inggris hanya mengoperasikan sistem selang dan keranjang (hose and drogue), sehingga jet tempur baru tersebut tidak akan dapat mengisi bahan bakar di udara tanpa perubahan pada infrastruktur yang ada.

Tantangan tersebut tidak hanya terbatas pada GCAP. Sejumlah pesawat modern RAF, seperti RC-135W Rivet Joint, P-8A Poseidon, C-17 Globemaster III, calon E-7 Wedgetail, serta F-35A Lightning II yang baru dibeli, juga hanya menggunakan sistem flying boom. Kondisi ini membuat pesawat-pesawat tersebut dalam banyak situasi bergantung pada dukungan pesawat tanker Angkatan Udara Amerika Serikat selama operasi gabungan.

Pesawat Airbus Voyager yang saat ini digunakan RAF dikonfigurasi secara eksklusif untuk sistem selang dan keranjang, meskipun model A330 MRTT dapat dilengkapi dengan boom pengisian bahan bakar.
Para ahli menilai bahwa, alih-alih memodifikasi armada yang ada, pilihan yang lebih efisien adalah mengganti pesawat ketika kontrak saat ini berakhir pada 2035 dengan pesawat tanker baru yang sejak awal dipersiapkan untuk mengoperasikan kedua sistem tersebut.

Penerapan flying boom akan secara signifikan meningkatkan interoperabilitas RAF dengan negara-negara sekutu NATO sekaligus menghilangkan keterbatasan yang dinilai semakin penting bagi operasi udara Inggris pada masa depan.
Dengan mulai beroperasinya GCAP, ketidakmampuan untuk mengisi bahan bakar jet tempur utama generasi baru tersebut dapat mengurangi kemandirian operasional angkatan udara, sehingga modernisasi armada pesawat tanker menjadi hampir tidak terelakkan.
.@RoyalAirForce hari ini mengonfirmasi bahwa #GCAP akan mengisi bahan bakar melalui boom, bukan selang. “Saat ini kami tidak memiliki sistem boom di Inggris. GCAP menciptakan kebutuhan akan sistem boom. Kami harus memenuhi kebutuhan tersebut, dan itulah yang sekarang sedang kami kaji,” ujar seorang pejabat dinas di… https://t.co/ucPQby1Yjv
— Gareth Jennings (@GarethJennings3) 15 Juli 2026
+ Rusia memperkenalkan truk pengangkut kontainer baru berkapasitas 20 ton
Sumber: The Aviationist | Foto: RAF / DVIDS | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
