
Produsen Italia IDV, yang dikendalikan oleh Leonardo, memperkenalkan selama pameran Eurosatory 2026 di Paris sebuah tank ringan tanpa awak baru yang dikembangkan untuk beroperasi bersama kendaraan lapis baja konvensional dalam operasi tempur.
Diberi nama CL2X, kendaraan ini merupakan bagian dari meningkatnya fokus industri pertahanan pada sistem otonom yang mampu memperluas kekuatan tempur sekaligus mengurangi paparan prajurit di area berisiko tinggi.
CL2X menggunakan propulsi hibrida yang menggabungkan motor listrik dan generator untuk mengisi ulang baterai selama operasi. Dengan bobot 16 ton, jangkauan hingga 500 kilometer, dan kecepatan maksimum 70 km/jam, kendaraan lapis baja ini juga dapat beroperasi dalam mode senyap selama sekitar 30 kilometer, sehingga lebih sulit dideteksi di medan perang. Dilengkapi dengan meriam 30 mm, sistem ini dirancang untuk memberikan dukungan tembakan, menyerang target darat, dan menetralisir drone.
Selain tank baru tersebut, perusahaan juga memamerkan versi modern dari kendaraan robotik VIKING, yang mendapat peningkatan pada mobilitas, otonomi listrik, dan kemampuan pengawasan. Model ini dapat dikonfigurasi untuk misi antidrone atau untuk penggunaan rudal berpemandu terhadap kendaraan lapis baja dan target strategis lainnya, sehingga memperluas fleksibilitas operasional pasukan darat.
Menurut IDV, evolusi cepat ancaman modern mempercepat adopsi kendaraan tanpa awak oleh angkatan bersenjata NATO. Perusahaan juga menyoroti sistem otonomi dan navigasinya, yang memungkinkan operasi bahkan di lingkungan di mana sinyal GPS tidak tersedia. Usulannya adalah memodernisasi kendaraan yang sudah ada dengan menambahkan kemampuan otonom tanpa perlu mengganti seluruh armada saat ini.
Sumber: UK Defence Journal | Foto: LinkedIn – IDV | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
