Eropa curigai Rusia meluncurkan drone dari kapal “armada bayangan”

Kapal Smyrtos, yang dituduh menjadi bagian dari “armada bayangan” Rusia, diperiksa oleh Baret Hijau dari 42 Commando. Foto: Royal Navy
Kapal Smyrtos, yang dituduh menjadi bagian dari “armada bayangan” Rusia, diperiksa oleh Baret Hijau dari 42 Commando. Foto: Royal Navy

Negara-negara Eropa mencurigai Rusia menggunakan kapal-kapal dari apa yang disebut sebagai “armada bayangan” untuk meluncurkan drone pengintai terhadap target strategis di benua tersebut.

Penilaian itu merupakan bagian dari laporan International Institute for Strategic Studies (IISS), yang menunjukkan adanya indikasi bahwa kapal-kapal yang digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi juga dimanfaatkan dalam operasi spionase dan pengintaian.

Menurut studi tersebut, sejumlah insiden yang tercatat antara 2024 dan 2026 menunjukkan korelasi antara keberadaan kapal-kapal ini dan penerbangan drone di dekat pangkalan militer, fasilitas industri, pembangkit listrik tenaga nuklir, serta infrastruktur penting lainnya di negara-negara NATO. Secara keseluruhan, 144 penampakan drone yang mencurigakan telah dikatalogkan di berbagai negara Eropa.

Eropa curigai Rusia meluncurkan drone dari kapal "armada bayangan"
Eropa curigai Rusia meluncurkan drone dari kapal “armada bayangan” (Foto: iiss.org)

Hipotesisnya adalah bahwa kapal tanker minyak dan kapal lainnya dari apa yang disebut “armada bayangan” berfungsi sebagai platform bergerak untuk meluncurkan drone, memungkinkan Rusia menjalankan misi intelijen dan menguji pertahanan udara Eropa tanpa harus secara langsung menggunakan aset militer konvensional.

Penampakan UAV terpilih yang dilaporkan di Eropa, berdasarkan lokasi dan tempat, Agustus 2024–Februari 2026 (Foto: iiss.org)
Penampakan UAV terpilih yang dilaporkan di Eropa, berdasarkan lokasi dan tempat, Agustus 2024–Februari 2026 (Foto: iiss.org)

Meskipun laporan tersebut menyatakan bahwa belum ada bukti definitif bahwa drone-drone itu diluncurkan dari kapal-kapal tersebut, para penulis menilai bahwa bukti tidak langsung yang ada konsisten dengan pola operasi hibrida yang diterapkan oleh Moskow.

Temuan ini meningkatkan kekhawatiran pemerintah-pemerintah Eropa, yang telah memperkuat langkah-langkah untuk menghadapi ancaman drone dan meningkatkan pemantauan terhadap armada bayangan Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Eropa telah memperluas sanksi terhadap kapal-kapal tersebut, yang terutama digunakan untuk mengangkut minyak Rusia dengan melanggar pembatasan internasional.

+ F-35 Inggris mencegat pesawat Rusia Bear-F di dekat kapal induk HMS Prince of Wales

+ Filipina memilih kendaraan lapis baja amfibi Thailand setelah mengalahkan pesaing internasional

Foto: iiss.org | Royal Navy. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top