
Embraer memperkenalkan Phenom 300EV, generasi terbaru jet bisnis ringannya yang menghadirkan serangkaian peningkatan dalam hal performa, kenyamanan, dan keselamatan.
Sorotan utamanya adalah penggunaan sistem Garmin Emergency Autoland, yang mampu mengambil alih kendali pesawat dan melakukan pendaratan otomatis apabila pilot tidak mampu mengendalikan pesawat selama penerbangan.

Menurut produsen tersebut, Phenom 300EV akan menjadi jet bisnis terbesar di dunia yang dilengkapi dengan teknologi ini. Model tersebut juga mendapatkan sejumlah fitur baru untuk mengurangi beban kerja pilot, seperti pengereman otomatis (Autobrake), mode penurunan darurat, pengendalian otomatis tenaga mesin, dan versi terbaru dari rangkaian avionik Garmin Prodigy Touch.

Jangkauan jet baru tersebut telah ditingkatkan hingga 3.806 kilometer dan kapasitas muatannya juga bertambah. Kabinnya turut diperbarui dengan sistem ionisasi udara, toilet vakum, area layanan baru, serta pilihan konektivitas melalui satelit orbit rendah, dengan kemungkinan integrasi ke jaringan Starlink pada masa mendatang.
Embraer menyatakan bahwa keluarga Phenom 300 telah memimpin pasar jet ringan dunia selama 14 tahun berturut-turut. Dengan peluncuran Phenom 300EV, perusahaan berupaya mempertahankan posisi tersebut melalui penerapan teknologi baru yang berfokus pada keselamatan operasional dan pengalaman penumpang.

+ Klik di sini untuk menonton videonya
“Dengan Phenom 300EV terbaru, kami kembali meningkatkan standar,” kata Michael Amalfitano, presiden dan CEO Embraer, dalam sebuah pernyataan.
“Melalui inovasi strategis yang menggabungkan teknologi keselamatan yang ditingkatkan, performa yang dioptimalkan, dan penyempurnaan kabin yang dirancang secara cermat, kami menghadirkan kemajuan signifikan untuk pengoperasian yang lebih intuitif dan menyenangkan.”
Foto dan video: Embraer / YouTube @Embraer. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
