
Sebuah drone Ukraina VYRIY 15 menghantam target logistik Rusia dari jarak 110 kilometer, mencetak pencapaian baru bagi jenis pesawat nirawak berukuran kecil ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh Yaroslav Azhniuk, perwakilan perusahaan The Fourth Law. Menurut Azhniuk, misi itu dilakukan tanpa menggunakan “drone induk” atau pesawat penerus sinyal, solusi yang sering digunakan untuk memperluas jangkauan operasional drone FPV.

Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang sedikit lebih dari 100 kilometer, sekaligus menunjukkan pesatnya perkembangan teknologi yang dikembangkan oleh industri pertahanan Ukraina.
Meskipun rincian mengenai target tersebut tidak diungkapkan, drone itu dilaporkan menghantam posisi pendukung logistik Rusia yang terletak jauh di belakang garis depan. Peningkatan jangkauan memungkinkan drone yang relatif murah menyerang gudang, kendaraan, dan pusat pasokan di wilayah yang sebelumnya dianggap aman.
Kemajuan ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara Ukraina dan Rusia dalam penggunaan drone FPV. Kedua pihak terus berinvestasi dalam peningkatan daya jelajah, ketahanan terhadap peperangan elektronik, dan perluasan jangkauan pesawat nirawak tersebut, yang telah menjadi salah satu senjata utama dalam konflik karena biayanya yang rendah dan tingkat presisinya yang tinggi.

+ Toyota memperkenalkan Corolla Hatchback 2027 dengan harga mulai US$ 24.780
Foto: VYRIY INDUSTRIES. Konten ini dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan dan ditinjau oleh tim editorial.
