
Swedia akan memulai, antara Februari dan Maret, sebuah misi pertahanan udara NATO di Islandia, memperkuat pengawasan wilayah udara di Arktik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Operasi ini merupakan bagian dari sistem Air Policing aliansi dan melibatkan pengerahan jet tempur JAS 39 Gripen milik Angkatan Udara Swedia, yang bertugas melaksanakan misi kesiapsiagaan serta merespons insiden di wilayah udara sekutu.
+ Denmark memensiunkan F-16 setelah hampir 46 tahun dan menuntaskan transisi ke F-35
Unit yang dikerahkan — setara dengan satu skuadron tempur beserta tim pendukung darat dari Skaraborg Air Wing (F 7) — bermarkas di Pangkalan Udara Keflavík, dan beroperasi di bawah koordinasi Pusat Operasi Udara Gabungan NATO di Uedem, Jerman.
Misi ini berlangsung setelah integrasi Swedia ke dalam wilayah operasi baru aliansi yang terkait dengan Joint Force Command (JFC) Norfolk, yang mencakup Atlantik Utara, Arktik, serta jalur transatlantik antara Amerika Utara dan Eropa.
Otoritas Swedia menekankan bahwa Arktik telah menjadi teater strategis utama bagi keamanan Euro-Atlantik. Tujuh dari delapan negara Arktik merupakan anggota NATO, sementara Rusia berada di luar aliansi dan telah meningkatkan kehadiran militer serta ambisinya di kawasan tersebut. Dalam konteks ini, kontribusi Swedia bertujuan untuk menangkal risiko, menjamin stabilitas regional, dan memperkuat pertahanan kolektif.

Operasi ini menandai partisipasi pertama Skaraborg Air Wing dengan satuan tempur dalam misi resmi NATO, sekaligus memperluas pengalaman yang diperoleh dalam operasi-operasi terbaru di bawah komando sekutu. Menurut Angkatan Udara Swedia, pesawat Gripen beserta awaknya siap beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem, dengan rekam jejak operasi di lingkungan musim dingin serta tingkat kesiapsiagaan tinggi untuk berbagai profil ancaman.
Misi Air Policing, yang telah berlaku sejak tahun 1960-an, tetap menjadi salah satu pilar keamanan udara NATO, khususnya di kawasan sensitif seperti Arktik, di mana persaingan strategis dan meningkatnya aktivitas militer meningkatkan risiko insiden.
Sumber dan gambar: Forsvarsmakten (Angkatan Bersenjata Swedia). Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
