Boeing Selidiki Kebocoran Bahan Bakar pada Jet Tempur F-15EX Milik Angkatan Udara AS

F-15EX Eagle II dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. X @usairforce
F-15EX Eagle II dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. X @usairforce

Angkatan Udara Amerika Serikat menghadapi masalah teknis pada jet tempur barunya, F-15EX Eagle II, yang diproduksi oleh Boeing. Laporan menyebutkan bahwa beberapa pesawat untuk sementara ditarik dari operasional akibat kebocoran bahan bakar yang tidak normal dari bagian sayap.

Boeing telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menguji berbagai solusi, termasuk penyesuaian pada katup dan sambungan, sembari menyelidiki apakah masalah ini disebabkan oleh komponen cacat atau kesalahan dalam proses perakitan.

+ Jet tempur KF-21 ikut bersaing dalam program MRFA bernilai miliaran dolar India

Meski kebocoran bahan bakar tergolong umum terjadi pada pesawat akibat perubahan tekanan dan suhu, tingkat kebocoran yang terdeteksi pada F-15EX dinilai melebihi ambang batas normal.

F-15EX Eagle II dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. X @usairforce
Para ahli memperingatkan bahwa jika tidak segera diperbaiki, cacat ini dapat membahayakan keamanan dalam misi penerbangan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti berapa dari sembilan unit yang telah dikirim yang terdampak, ataupun mengapa masalah ini baru ditemukan setelah bertahun-tahun pengujian.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat Boeing sudah mengalami keterlambatan dalam proyek militer lainnya seperti jet kepresidenan VC-25B dan pesawat tanker KC-46.

F-15EX Eagle II dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. X @usairforce
Sementara itu, aksi mogok kerja oleh karyawan divisi pertahanan Boeing yang dimulai pekan ini bisa memengaruhi upaya penyelesaian masalah. Meskipun terjadi kendala, perusahaan menegaskan bahwa program F-15EX tetap menjadi keberhasilan, dengan uji coba lanjutan yang berlangsung dan minat tinggi dari pembeli internasional. Pesawat ini dirancang untuk menggantikan F-15C yang sudah tua, dan saat ini telah dioperasikan oleh Garda Nasional Udara serta dijadwalkan akan dikirim ke Jepang.

Boeing berharap dapat segera menyelesaikan masalah ini untuk menghindari dampak lebih lanjut pada pengiriman 129 unit yang telah dipesan.

F-15EX Eagle II dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. X @usairforce
Sumber: The War Zone | Foto: F-15EX Eagle II dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida. X @usairforce | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial

Back to top