Australia Kirim Tank M1A1 Abrams Pertama ke Ukraina

Tank tempur Australia M1A1 Abrams. X @DefenceAust
Tank tempur Australia M1A1 Abrams. X @DefenceAust

Australia secara resmi telah mengirimkan batch pertama tank M1A1 Abrams ke Ukraina, sebagai bagian dari paket bantuan militer yang dijanjikan pada 2024 untuk mendukung perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia.

+ Turki Pesan Prototipe Keenam Jet Tempur Generasi Kelima KAAN

Pengiriman ini mencakup lebih dari separuh dari total 49 tank bekas yang dijanjikan. Unit sisanya dijadwalkan tiba dalam beberapa bulan mendatang. Kendaraan-kendaraan ini merupakan bagian dari armada Australia yang dibeli pada tahun 2007, dan baru-baru ini digantikan oleh versi M1A2 Abrams yang lebih modern.

Pengiriman ini merupakan bagian dari paket kendaraan lapis baja senilai 245 juta dolar AS, yang berada di bawah komitmen lebih luas Australia sebesar 1,5 miliar dolar untuk mendukung pertahanan Ukraina sejak awal perang pada 2022.

+ Porsche luncurkan 911 Cup baru untuk musim 2026

Meskipun tank-tank tersebut awalnya dijanjikan pada Oktober 2024, pengiriman mengalami keterlambatan karena persyaratan persetujuan dari Amerika Serikat dan tantangan logistik. Pihak berwenang AS menyatakan kekhawatiran atas kompleksitas transfer dan kemampuan Ukraina dalam merawat Abrams di medan perang.

Terlepas dari hambatan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Duta Besar Ukraina untuk Canberra, Vasyl Myroshnychenko, secara terbuka merayakan kedatangan kendaraan tersebut.

“Setiap hari tanpa tank-tank ini di medan perang berarti lebih banyak nyawa melayang,” kata Myroshnychenko, menekankan pentingnya bantuan yang segera.

Ukraina secara resmi mengajukan permintaan untuk Abrams pada Februari 2024. Pada Agustus di tahun yang sama, Australia mempensiunkan tank M1A1 terakhirnya. Kurang dari satu tahun kemudian, kendaraan lapis baja pertama tiba di Ukraina.

E-7A Wedgetail. Foto: Wikimedia
E-7A Wedgetail. Foto: Wikimedia

Selain tank, Australia juga akan mengirimkan pesawat E-7A Wedgetail milik Angkatan Udara Kerajaan Australia pada Agustus 2025 untuk mendukung koridor bantuan internasional di Eropa. Negara tersebut juga tetap berpartisipasi dalam Operasi Kudu, yang membantu pelatihan personel militer Ukraina.

Duta Besar Myroshnychenko juga menekankan perlunya peralatan tambahan, seperti kendaraan Hawkei dan Bushmaster. Menurutnya, sebagian besar dari 120 unit Bushmaster yang dikirim telah hancur atau rusak, dan ia kembali mengajukan permintaan agar armada Hawkei segera dikirim.

Sumber: Kementerian Pertahanan Australia | X @DefenceAust | Wikimedia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top