AS menyetujui penjualan rudal jelajah ke Belgia

Integrasi rudal JASSM dan LRASM pada sayap F-35. Foto: Lockheed Martin
Integrasi rudal JASSM dan LRASM pada sayap F-35. Foto: Lockheed Martin

Amerika Serikat menyetujui penjualan rudal jelajah AGM-158B JASSM-ER kepada Belgia dalam paket militer senilai US$ 236 juta.

Menurut situs Defence Blog, persetujuan tersebut diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS pada 18 Mei dan membuka jalan bagi angkatan udara Belgia untuk melengkapi armada pesawat tempur F-35A masa depannya dengan persenjataan jarak jauh yang mampu menyerang target laut dan darat dengan pertahanan kuat.

Paket tersebut mencakup rudal itu sendiri, suku cadang, peralatan pengujian, dokumentasi teknis, dukungan logistik, dan pelatihan.

Perusahaan yang bertanggung jawab atas pasokan tersebut adalah perusahaan Norwegia Kongsberg Defence and Aerospace, pengembang sistem, serta perusahaan Amerika RTX Corporation, yang terlibat dalam integrasi dan pembuatan komponen. Jumlah rudal dalam kesepakatan ini tidak diungkapkan.

AGM-158B JASSM-ER. Foto: USAF
AGM-158B JASSM-ER. Foto: Lockheed Martin

JSM merupakan pengembangan versi peluncuran udara dari Naval Strike Missile dan dirancang khusus untuk integrasi dengan jet tempur F-35. Salah satu keunggulan utama senjata ini adalah kemampuannya untuk dibawa di dalam kompartemen senjata internal pesawat, sehingga tetap mempertahankan karakteristik siluman pesawat tempur tersebut.

Rudal ini juga memiliki kemampuan menyerang kapal dan target darat pada jarak lebih dari 200 kilometer.

Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana Belgia untuk modernisasi militer dan penguatan stok amunisi, yang dipercepat setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Pada Juli 2025, pemerintah Belgia secara resmi menyetujui pembelian JSM dalam program Ammunition Readiness Plan 2025–2029, yang dianggap sebagai investasi amunisi terbesar dalam sejarah negara tersebut.

AGM-158B JASSM-ER
AGM-158B JASSM-ER. Foto: USAF

Persenjataan ini akan digunakan terutama oleh pesawat F-35A Belgia. Belgia awalnya memesan 34 unit pesawat tersebut dan telah menyatakan niat untuk memperluas armadanya menjadi 45 unit. F-35A pertama milik negara itu tiba di Pangkalan Udara Florennes pada Oktober 2025.

Dengan pembelian ini, Belgia bergabung dengan kelompok operator JSM yang terus bertambah, termasuk Norwegia, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Australia. Menurut Defence Blog, meningkatnya permintaan internasional terhadap rudal ini diperkirakan akan memberikan tekanan pada lini produksi Kongsberg dalam beberapa tahun mendatang.

+ Jepang mengungkap rencana ekspansi militer besar-besaran di luar angkasa

Foto: Lockheed Martin. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top