
Amerika Serikat dilaporkan menghancurkan empat pesawat militernya sendiri di wilayah Iran setelah operasi pencarian dan penyelamatan yang terkait dengan evakuasi awak jet tempur F-15E yang ditembak jatuh.
Menurut The New York Times, dua pesawat HC-130J Combat King II dan dua helikopter diledakkan di darat agar tidak jatuh ke tangan pasukan Iran.
Keputusan itu, menurut laporan tersebut, diambil setelah evakuasi awak kedua dari jet tempur tersebut. Pesawat penyelamat disebut mendarat di landasan pengisian bahan bakar darurat di dalam Iran, tetapi tidak berhasil meninggalkan negara itu karena alasan yang hingga kini belum dijelaskan secara resmi.

Menghadapi risiko kehilangan peralatan tersebut, militer AS dilaporkan memilih untuk melumpuhkannya di lokasi. Langkah itu menegaskan tingkat kompleksitas misi dan memunculkan lebih banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi selama operasi di wilayah Iran.

Masih menurut NYT, Amerika Serikat mengirim tiga HC-130J Combat King II tambahan untuk mempertahankan operasi pencarian dan penyelamatan, bahkan setelah kehilangan pesawat yang digunakan pada tahap awal misi. Dalam salah satu gambar yang disebut dalam laporan itu, dua pesawat terlihat diparkir berdampingan sesaat sebelum ledakan.
Insiden ini mendapat dimensi baru setelah informasi yang dirilis NBC News. Menurut sumber yang dikutip stasiun televisi tersebut, dua helikopter militer UH-60 milik AS terkena tembakan Iran selama misi penyelamatan awak F-15E. Informasi itu menunjukkan bahwa operasi tersebut menghadapi perlawanan langsung di lapangan, yang semakin meningkatkan ketegangan seputar aksi itu.

Hingga saat ini, otoritas Amerika belum memberikan penjelasan rinci mengenai apa yang mencegah penarikan pesawat-pesawat tersebut, maupun kondisi pasti landasan darurat yang digunakan dalam misi itu. Rincian resmi lengkap juga belum diungkap mengenai tingkat kerusakan yang dialami UH-60 yang disebut oleh NBC News.
Operasi ini уже disebut sebagai salah satu yang paling rumit dalam konflik tersebut, baik karena tingkat risiko yang terlibat maupun karena keputusan ekstrem untuk menghancurkan aset udara sendiri di wilayah musuh agar tidak direbut.
Sumber dan gambar: USAF | NYT. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
