AS investasikan US$ 105 juta untuk senjata hipersonik Blackbeard dalam uji coba di Indo-Pasifik

AS investasikan US$ 105 juta untuk senjata hipersonik Blackbeard dalam uji coba di Indo-Pasifik
AS investasikan US$ 105 juta untuk senjata hipersonik Blackbeard dalam uji coba di Indo-Pasifik (X @DI313_)

Angkatan Laut Amerika Serikat telah menandatangani kontrak senilai sekitar US$ 105 juta dengan Castelion untuk memajukan pengembangan senjata hipersonik Blackbeard, termasuk pelaksanaan uji tembak langsung di Indo-Pasifik.

Kesepakatan yang diresmikan pada April 2026 itu menargetkan proyek tersebut mencapai kemampuan operasional awal pada Januari 2028, menandai langkah penting dalam modernisasi arsenal militer Amerika.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang berfokus pada pengembangan persenjataan jarak jauh dengan biaya lebih rendah dan produksi dalam skala besar. Usulan tersebut bertujuan mengatasi salah satu tantangan utama senjata hipersonik: harga per unit yang tinggi, yang secara historis membatasi penggunaannya. Dengan demikian, diharapkan ketersediaan operasional jenis teknologi strategis ini dapat diperluas.

Selain menetapkan persyaratan akhir sistem, Castelion juga akan bertanggung jawab atas integrasi senjata tersebut ke platform peluncuran dan pelaksanaan uji coba dalam kondisi tempur nyata. Pemilihan Indo-Pasifik sebagai area uji coba memperkuat validasi teknis di lingkungan operasional sekaligus mengirimkan sinyal geopolitik yang jelas mengenai kemampuan militer AS di kawasan tersebut.

Mampu mencapai kecepatan di atas Mach 5 dan memiliki kemampuan manuver tinggi, senjata hipersonik menjadi tantangan signifikan bagi sistem pertahanan saat ini. Dalam konteks ini, pilihan untuk menggandeng perusahaan yang lebih kecil mencerminkan perubahan strategi Pentagon, yang mencari solusi lebih gesit dan ekonomis di luar lingkaran tradisional kontraktor besar sektor pertahanan.

+ Senjata energi gelombang mikro menjatuhkan drone dalam uji coba Angkatan Darat AS

Sumber: Defence Blog | Foto: X @DI313_ | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top