
Pada Selasa lalu (14), militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal lain yang dituduh mengangkut narkoba di Pasifik timur, menewaskan empat orang dalam serangan keempat jenis ini yang diumumkan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut laporan The New York Post, operasi ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang, menurut pemerintahan Trump, terlibat dalam perdagangan narkoba di perairan Amerika Latin.
Kampanye ini dimulai pada September tahun lalu dan terus berlanjut meskipun fokus telah bergeser ke perang yang sedang berlangsung di Iran. Hingga saat ini, 175 orang telah tewas akibat operasi-operasi ini di Samudra Pasifik.
Di media sosial, Komando Selatan AS (U.S. Southern Command) membagikan video udara yang menunjukkan sebuah kapal bergoyang di atas air sebelum terkena proyektil dan meledak. Ini merupakan serangan keempat jenis ini yang diumumkan dalam beberapa hari terakhir, dengan kapal pertama dan kedua dihantam pada hari Sabtu, sementara yang ketiga diserang pada hari Senin.
Militer mengatakan bahwa semua kapal tersebut “dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditunjuk” dan bahwa intelijen mengonfirmasi bahwa mereka “sedang melintas di sepanjang rute perdagangan narkoba yang dikenal di Pasifik timur dan terlibat dalam operasi narkotika”, meskipun mereka tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS berada dalam “konflik bersenjata” dengan kartel di Amerika Latin dan membenarkan serangan tersebut sebagai eskalasi yang diperlukan untuk menahan aliran narkoba ke Amerika Serikat dan overdosis fatal yang merenggut nyawa warga Amerika.
+ YFQ-44A diintegrasikan ke Unit Operasi Eksperimental Angkatan Udara AS
Foto dan video: X @Southcom. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
On April 14, at the direction of #SOUTHCOM commander Gen. Francis L. Donovan, Joint Task Force Southern Spear conducted a lethal kinetic strike on a vessel operated by Designated Terrorist Organizations. Intelligence confirmed the vessel was transiting along known… pic.twitter.com/RH5ldx9tN0
— U.S. Southern Command (@Southcom) April 14, 2026
