A-10 mendapat sistem pengisian bahan bakar baru dan untuk pertama kalinya dapat beroperasi dengan C-130

A-10 Thunderbolt II. Foto: USAF
A-10 Thunderbolt II. Foto: USAF

Angkatan Udara Amerika Serikat telah memulai pengujian adaptor pengisian bahan bakar baru dengan sistem “hose-and-drogue” untuk pesawat serang A-10 Thunderbolt II, dalam langkah yang dapat secara signifikan memperluas fleksibilitas operasional pesawat tersebut.

Dikembangkan sebagai tanggapan atas kebutuhan militer, solusi ini dibuat hanya dalam beberapa minggu dan untuk pertama kalinya akan memungkinkan A-10 menerima pengisian bahan bakar dari pesawat seperti Lockheed C-130 Hercules dan varian khususnya.

Hingga saat ini, A-10 sepenuhnya bergantung pada sistem pengisian bahan bakar tipe boom, yang dilakukan oleh pesawat tanker seperti KC-135 Stratotanker dan KC-46 Pegasus. Adopsi adaptor baru ini muncul di tengah berkurangnya ketersediaan platform tersebut, terutama setelah pensiunnya KC-10 dan keterlambatan yang melibatkan KC-46.

A-10 Thunderbolt II. Foto: USAF
A-10 Thunderbolt II. Foto: USAF

Menurut informasi yang dirilis, salah satu faktor yang meningkatkan urgensi program ini adalah operasi baru-baru ini di Iran untuk mencari dan menyelamatkan pilot F-15E yang ditembak jatuh, sebuah situasi yang menyoroti kebutuhan untuk memperluas opsi dukungan udara dan logistik dalam misi yang kompleks.

Adaptor tersebut dipasang di bagian depan pesawat, pada titik standar penerima bahan bakar, dan dapat dipasang atau dilepas hanya dalam beberapa jam oleh kru darat. Dengan kemampuan ini, A-10 kini dapat menerima bahan bakar dari pesawat seperti HC-130J Combat King II, KC-130, dan MC-130J, yang kecepatan dan ketinggian operasionalnya lebih sesuai dengan profil penerbangan “Warthog”.

HC-130J Combat King II. Foto: USAF
HC-130J Combat King II. Foto: USAF

Kemampuan baru ini juga membuka peluang untuk integrasi di masa depan dengan pesawat tanker milik negara-negara sekutu. Di antara platform yang disebutkan adalah Airbus A400M dan Embraer KC-390, yang dapat semakin memperluas interoperabilitas pesawat ini dalam operasi gabungan.

Dalam kasus KC-390, kemampuan baru ini dapat menjadi peluang penting bagi industri Brasil apabila kompatibilitas dengan A-10 berkembang pada tahap-tahap program berikutnya.

Sumber dan gambar: USAF. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top