Estonia Melakukan Lompatan Militer dengan Sistem Pertahanan Udara yang Digunakan di Ukraina

IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia
IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia

Penyerahan sistem tersebut berlangsung pada Senin (22) di Pangkalan Udara Ämari, di mana Wing Pertahanan Udara Estonia menerima unit pertama sistem yang diproduksi oleh perusahaan Jerman Diehl Defence. Pengadaan ini dilakukan oleh Pusat Investasi Pertahanan Estonia melalui perjanjian bersama dengan Latvia yang ditandatangani pada tahun 2023.

Dalam praktiknya, sistem baru ini meningkatkan kemampuan pertahanan udara Estonia ke tingkat yang lebih tinggi. Hingga saat ini, negara tersebut terutama mengandalkan sistem jarak pendek yang dirancang untuk menghadapi ancaman di area dekat. Dengan IRIS-T SLM, pasukan Estonia kini memiliki kemampuan untuk menyerang target pada jarak hingga sekitar 40 km dan ketinggian hingga 20 km.

IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia
IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia

Yang menarik dari sistem ini bukan hanya misilnya, tetapi juga keseluruhan sistem yang dipasang pada kendaraan bergerak. Satu unit tembak biasanya mencakup peluncur, radar, pusat kendali taktis, serta kendaraan pendukung untuk pengisian ulang, pemeliharaan, dan suku cadang. Sorotan utamanya adalah peluncur yang dipasang di atas truk militer, dengan kontainer misil yang ditempatkan dalam posisi miring dan siap dipindahkan dengan cepat sesuai situasi di lapangan.

IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia
IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia

Menurut Komandan Angkatan Udara Estonia, Brigadir Jenderal Riivo Valge, kedatangan sistem ini merupakan “lompatan kualitatif” bagi pertahanan udara negara tersebut. Ia menegaskan bahwa keuntungan terbesar terletak pada kemampuan intersepsi di ketinggian, yang mempersulit pesawat musuh untuk melintas di atas pertahanan Estonia dan memaksa lawan untuk memikirkan ulang jalur serangan mereka.

Inilah inti pentingnya IRIS-T SLM. Logikanya sederhana: sistem jarak pendek berfungsi sebagai perlindungan dekat, sedangkan sistem jarak menengah memperluas gelembung pertahanan dan memungkinkan respons sebelum pesawat, helikopter, atau rudal jelajah mendekati area sensitif. Hal ini meningkatkan perlindungan bagi pasukan, kota, pangkalan militer, dan infrastruktur kritis.

IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia
IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia

IRIS-T SLM memperoleh perhatian internasional yang besar selama perang di Ukraina, di mana sistem ini dianggap sebagai salah satu sistem Barat yang paling penting dalam menghadapi serangan udara Rusia. Pengalaman tempur tersebut membantu meningkatkan minat negara-negara Eropa terhadap sistem ini di tengah tingginya permintaan akan pertahanan udara.

Menteri Pertahanan Estonia, Hanno Pevkur, menekankan bahwa perang di Ukraina telah menunjukkan peran sentral pertahanan udara dalam melindungi warga sipil, unit militer, dan infrastruktur. Bagi Tallinn, kedatangan sistem ini juga memiliki arti politik: Estonia adalah negara Baltik anggota NATO yang berada di kawasan yang secara langsung menghadapi tekanan militer Rusia.

IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia
IRIS-T SLM. Foto: Kementerian Pertahanan Estonia

Konteks geopolitik membantu menjelaskan urgensi tersebut. Sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, negara-negara Baltik telah mempercepat investasi pertahanan mereka. Estonia, Latvia, dan Lituania merupakan anggota NATO, tetapi memiliki wilayah yang relatif kecil, perbatasan yang sensitif, dan secara historis bergantung pada perlindungan udara dari sekutu. Oleh karena itu, pembangunan lapisan pertahanan udara nasional menjadi prioritas strategis.

Pembelian bersama dengan Latvia juga sejalan dengan strategi ini. Dengan menstandarkan sistem, kedua negara dapat mempermudah pelatihan, pemeliharaan, logistik, dan koordinasi operasional. Langkah ini juga terkait dengan upaya Eropa untuk membangun kembali kemampuan pertahanan udara setelah beberapa dekade banyak negara mengurangi persediaan dan investasi di sektor tersebut.

Menurut Direktur Jenderal Pusat Investasi Pertahanan Estonia, Elmar Vaher, Estonia telah membeli tiga unit tembak untuk Angkatan Pertahanannya. Unit pertama telah tiba di negara tersebut, sementara unit lainnya dijadwalkan dikirim tahun depan. Sebelum beroperasi penuh, sistem ini masih memerlukan pelatihan operator dan integrasi dengan unit Estonia serta sekutu lainnya.

Bagi Diehl Defence, pengiriman ini juga memiliki nilai simbolis. Pasar pertahanan udara Eropa sedang berada di bawah tekanan besar akibat meningkatnya permintaan, terutama setelah penggunaan intensif drone, rudal, dan serangan terhadap infrastruktur selama perang di Ukraina. Menurut perusahaan tersebut, setiap sistem yang dikirim tidak hanya memperkuat negara pembeli, tetapi juga arsitektur pertahanan NATO secara keseluruhan.

Wing Pertahanan Udara Estonia dibentuk pada 1 Juli 2023 sebagai bagian dari Angkatan Udara negara itu. Tugasnya adalah merencanakan dan melaksanakan operasi pertahanan udara aktif serta melatih personel cadangan di bidang tersebut. Para rekrutan pertama untuk struktur baru ini dijadwalkan memulai dinas pada bulan Juli.

Dengan hadirnya IRIS-T SLM, Estonia memang belum menutup seluruh celah dalam pertahanan udaranya, tetapi telah mengambil langkah penting menuju sistem perlindungan yang lebih kuat. Di kawasan di mana hitungan menit dapat menentukan hasil, mobilitas, jangkauan, dan integrasi dengan sekutu menjadi sama pentingnya dengan misil itu sendiri.

+ Rusia mengadaptasi helikopter serang Mi-28NM untuk menghadapi ancaman drone yang terus meningkat

Sumber dan gambar: Angkatan Pertahanan Estonia, Kementerian Pertahanan Estonia, ECDI, dan Diehl Defence. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top