
Ukraina mengungkap drone kamikaze berukuran besar baru bernama Behemoth, yang dikembangkan untuk menyerang target jarak jauh dan dilengkapi dengan dua hulu ledak berbeda.
Model tersebut diperkenalkan dalam acara Wild Drones oleh perusahaan-perusahaan yang terkait dengan sektor pertahanan Ukraina.
Diklasifikasikan sebagai drone “serangan menengah”, Behemoth dirancang untuk misi ofensif dengan jangkauan operasional pendek, dan mampu mencapai target hingga jarak 300 kilometer. Peralatan ini memiliki dimensi yang relatif ringkas, dengan panjang sedikit lebih dari 2 meter dan rentang sayap 2,28 meter.
UAV ini menonjol karena daya hancurnya, membawa hulu ledak peledak fragmentasi seberat 40 kg di bagian depan dan muatan termobarik kedua seberat 35 kg yang dipasang tepat di belakangnya. Menurut para pengembang, model tersebut telah memasuki produksi massal dan mulai digunakan oleh Pasukan Pertahanan Ukraina.
Keunggulan lain dari Behemoth adalah kemampuannya beroperasi dalam berbagai mode kendali, termasuk sepenuhnya otonom, semiotomatis, dan FPV. Selain itu, drone ini dapat terbang di ketinggian rendah, karakteristik yang menyulitkan identifikasi dan intersepsi oleh sistem pertahanan udara musuh.
+ Pentagon merilis video objek yang ditembak jatuh oleh F-16 di atas Danau Huron pada 2023
🇺🇦🦛 Weapons manufacturers demonstrate another Ukrainian variant of Shahed – Behemoth drone. ▪️ flies up to 300 km; ▪️ carries 75 kg of warhead; ▪️ tandem charge – impact core and thermobaric ammunition; ▪️ can fly at low altitude; ▪️ works both in FPV mode and autonomously; ▪️… pic.twitter.com/DNtbSlkHFe
— MAKS 26 🇺🇦👀 (@Maks_NAFO_FELLA) 21 Mei 2026
Sumber: Militarnyi | Foto: X @Maks_NAFO_FELLA | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
Behemoth, Culver Aerospace, drone, drone kamikaze, drone, GLEFA, militer, Shahed, UAV, Ukraina
