
Angkatan Bersenjata Sudan menembak jatuh drone musuh menggunakan drone bersenjata lain, dalam sebuah insiden langka pertempuran udara antara pesawat tanpa awak.
Menurut situs Defence Blog, sistem yang digunakan adalah Bayraktar Akıncı, drone tempur yang dikembangkan oleh perusahaan Turki Baykar. Pesawat tersebut mampu beroperasi di ketinggian tinggi dan membawa berbagai persenjataan, termasuk amunisi berpemandu dan rudal udara-ke-udara.
Video intersepsi tersebut dibagikan oleh Clash Report dan menunjukkan momen ketika rudal menghantam target udara. Identitas pasti pesawat yang dihancurkan masih belum dikonfirmasi secara resmi, meskipun para analis dan pengguna forum militer berspekulasi bahwa itu bisa saja drone buatan Tiongkok atau bahkan pesawat Akıncı lainnya.
Para ahli menilai bahwa insiden ini menunjukkan evolusi penggunaan drone dalam pertempuran, mengubah platform yang awalnya ditujukan untuk pengawasan dan serangan darat menjadi pencegat udara yang mampu memburu drone lain tanpa membahayakan pilot.

Perang saudara di Sudan telah menjadi salah satu konflik dengan penggunaan drone paling intensif di luar Ukraina dan Timur Tengah. Baik Tentara Sudan maupun Rapid Support Forces (RSF) menggunakan drone bersenjata untuk serangan dan misi pengintaian, sehingga meningkatkan pentingnya perang udara tanpa awak dalam konflik tersebut.
EXCLUSIVE: Sudan’s Army shot down an enemy combat drone using a Bayraktar Akıncı UCAV earlier today.
The SAF Bayraktar Akıncı drone fired an air-to-air missile, destroying the target. pic.twitter.com/HPti7fUGJU— Clash Report (@clashreport) May 23, 2026
+ Pentagon merilis video objek yang ditembak jatuh oleh F-16 di atas Danau Huron pada 2023
Foto dan video: Reproduksi / Clash Report. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
