
Pesawat angkut militer China yang baru, dengan penunjukan Y-15, baru-baru ini terpantau di wilayah udara negara tersebut selama uji terbang.
Informasi ini diungkapkan oleh portal khusus Defense Blog, berdasarkan gambar dan video yang mulai beredar di media sosial China.
+ Angkatan Darat Jerman berencana memesan hampir 3.000 kendaraan lapis baja Eagle V
Salah satu rekaman yang dipublikasikan di platform Douyin memperlihatkan pesawat angkut militer bermesin turboprop empat mesin yang melakukan penerbangan uji di dekat kota Xi’an, pusat tradisional program penerbangan militer China dan lokasi kompleks industri penting di sektor dirgantara.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Dalam sejumlah unggahan awal, pesawat tersebut diidentifikasi sebagai Y-30. Namun, analis dan sumber terbuka menyatakan bahwa penunjukan ini keliru. Y-30 dikaitkan dengan konsep yang dipresentasikan pada Zhuhai Airshow 2014 dan tidak memiliki hubungan langsung dengan pesawat yang saat ini menjalani pengujian. Para ahli menegaskan bahwa Y-30 merupakan penunjukan awal yang ditinggalkan pada tahap akhir pengembangan, sementara Y-15 adalah identifikasi yang benar untuk proyek baru ini.
Menurut penilaian awal, Y-15 dirancang untuk mengisi ceruk menengah dalam armada angkut Tentara Pembebasan Rakyat China. Pesawat ini diposisikan di antara Y-9 yang lebih kecil dan pesawat angkut strategis berat Y-20, sehingga meningkatkan kemampuan China dalam misi angkut regional dan taktis.

Peran utama platform baru ini adalah menggantikan pesawat yang lebih tua sekaligus menawarkan fleksibilitas operasional yang lebih besar. Penggunaan konfigurasi turboprop empat mesin menunjukkan prioritas pada efisiensi bahan bakar, kinerja yang baik pada rute jarak pendek dan menengah, serta kemampuan beroperasi dari lapangan terbang yang kurang siap, yang dianggap strategis untuk operasi di wilayah terpencil.
Y-15 diperkirakan akan secara bertahap menggantikan pesawat dari keluarga Y-8 dan Y-9, yang keduanya berasal dari desain Soviet Antonov An-12. Selama beberapa dekade, model-model ini menjadi tulang punggung kemampuan angkut militer menengah China, namun semakin menghadapi keterbatasan akibat penuaan struktural dan usangnya sistem di dalam pesawat.

Meski otoritas China belum merilis rincian teknis resmi, kemunculan Y-15 selama uji terbang menunjukkan bahwa program ini telah memasuki tahap pengembangan lanjutan, sekaligus memperkuat upaya berkelanjutan China untuk memodernisasi penerbangan angkut militernya.
Sumber dan gambar: Defense Blog | Telegram @AviaCT. Konten ini dibuat dengan dukungan alat AI dan ditinjau oleh tim editorial.
