
Militer Ukraina menghancurkan sistem pertahanan udara langka Tor-M2DT, sebuah varian khusus untuk operasi di Arktik, dalam serangan drone di dekat pangkalan udara Belbek, di wilayah Krimea yang diduduki Rusia.
Informasi tersebut diumumkan langsung oleh pihak militer Ukraina, yang menggambarkan operasi itu sebagai salah satu aksi paling kompleks baru-baru ini terhadap infrastruktur militer Rusia di semenanjung tersebut.
+ Jet Tempur F-35 Angkatan Udara Inggris Mencapai Tahap Operasional
Menurut Kiev, serangan ini dilakukan oleh unit Pasukan Sistem Nirawak, yang menggunakan drone serang untuk menghantam sistem yang ditempatkan di sekitar landasan udara yang dikuasai Rusia.
+ Klik di sini untuk menonton video

Tor-M2DT, yang dipasang pada kendaraan berantai dua segmen DT-30PM-T1, dirancang untuk kondisi dingin ekstrem dan biasanya digunakan dalam perlindungan instalasi militer dan strategis di wilayah Kutub Utara. Namun demikian, Moskow telah mengerahkan unit-unit ini ke Krimea dalam upaya memperkuat pertahanan udara setelah mengalami kehilangan beruntun akibat serangan jarak jauh Ukraina.
Hanya Brigade Senapan Bermotor ke-80 dari Armada Utara yang mengoperasikan model ini. Pada 2020, Rusia memiliki 12 unit sistem ini, dan hanya dua kasus kehancuran yang pernah tercatat — keduanya pada 2023, di wilayah Kherson.
Serangan gabungan di Krimea menghancurkan gudang drone Rusia di Saki
Selain penghancuran Tor-M2DT di Belbek, Angkatan Laut Ukraina, bekerja sama dengan unit pasukan khusus, melancarkan serangan gabungan terhadap target Rusia di Krimea yang diduduki sementara.
Operasi ini dimulai dengan drone FPV yang menetralkan sistem pertahanan udara, termasuk Tor-M2 dan Pantsir-S1, yang bertugas melindungi pangkalan udara Saki. Setelah penekanan awal, drone serang bergerak maju untuk menghantam gudang UAV Rusia.
Video yang dirilis oleh Angkatan Laut Ukraina menunjukkan kehancuran:
- pusat komando dan kendali penerbangan Rusia di pangkalan udara;
- gudang yang menyimpan UAV Orion dan Forpost;
- instalasi pertahanan udara;
- dan meriam antipesawat ZU-23-2 yang dipasang pada truk KamAZ, yang disebut-sebut mencoba menembak jatuh drone Ukraina.

Menurut analis militer, drone FPV dapat mencapai Krimea melalui kombinasi drone laut dan pesawat nirawak jarak jauh — meski rincian operasinya tetap dirahasiakan.
Rekaman tersebut juga menunjukkan drone serang dengan kamera dan saluran komunikasi langsung, memungkinkan serangan presisi hingga tingkat milimeter terhadap struktur sensitif di pangkalan udara.
Sumber dan gambar: Militarnyi | Telegram @ukrainian_navy. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
