Video menunjukkan serangan Ukraina terhadap kapal rudal Kalibr Rusia di Laut Azov

Video menunjukkan serangan Ukraina terhadap kapal rudal Kalibr Rusia di Laut Azov. Telegram @army_tv
Video menunjukkan serangan Ukraina terhadap kapal rudal Kalibr Rusia di Laut Azov. Telegram @army_tv

28 Agustus 2025 — Direktorat Intelijen Militer Ukraina (Main Intelligence Directorate, atau GUR) hari ini mengonfirmasi operasi yang berhasil terhadap sebuah korvet Rusia kelas Buyan-M, yang dilengkapi dengan rudal Kalibr, di wilayah Laut Azov.

Menurut GUR, aksi tersebut dilakukan di dua front: kelompok khusus “Ghosts” (Hantu) menonaktifkan radar kapal melalui serangan drone udara; secara bersamaan, tim GUR lainnya menyerang langsung kapal tersebut dan mengenai lambungnya.

+ Klik di sini untuk menonton video

Korvet Rusia, yang berada di area potensi peluncuran rudal Kalibr, mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga terpaksa mundur dari zona operasinya.

+ Video: AS berhasil uji coba pesawat tempur tak berawak baru YFQ-42A

Operasi ini untuk sementara waktu mengurangi kemampuan Rusia meluncurkan serangan jarak jauh dari jalur laut tersebut.

Sebuah video operasi dipublikasikan di Telegram, memperlihatkan momen serangan mengenai kapal Rusia.

Video menunjukkan serangan Ukraina terhadap kapal rudal Kalibr Rusia di Laut Azov. Telegram @army_tv
Video menunjukkan serangan Ukraina terhadap kapal rudal Kalibr Rusia di Laut Azov. Telegram @army_tv

Serangan ini mewakili kemajuan baru dalam perang drone Ukraina, menunjukkan semakin tingginya tingkat sofistikasi dalam operasi gabungan antara drone dan pasukan khusus.

Penggunaan drone secara terkoordinasi untuk menonaktifkan sistem radar musuh, diikuti dengan serangan langsung ke lambung, menunjukkan strategi yang semakin efektif untuk menetralkan aset angkatan laut Rusia.

Selain itu, keberadaan platform peluncur rudal Kalibr Rusia di Laut Azov telah menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keamanan teritorial Ukraina.

Dengan serangan ini, Kyiv berhasil tidak hanya menetralkan bahaya langsung, tetapi juga mengirim pesan jelas tentang kemampuan respons yang berkelanjutan — bahkan melalui sarana yang relatif murah, seperti drone improvisasi, dibandingkan dengan persenjataan mahal milik Rusia.

Sumber dan gambar: Telegram @army_tv. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top