
Sebuah pesawat tempur-bombardir Su-34 milik Angkatan Udara Rusia mengalami kerusakan parah setelah melakukan pendaratan gagal tanpa menggunakan roda pendarat, membuat pesawat tersebut tidak dapat dioperasikan untuk waktu yang tidak ditentukan.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Insiden tersebut terjadi di wilayah Rusia dan terekam dalam video yang dipublikasikan oleh akun Conflict di platform X (sebelumnya Twitter).
Selama pendaratan darurat, pesawat menghantam tanah dengan bagian badan utamanya, dan salah satu mesinnya — yang sebelah kiri — rusak akibat benturan, memperburuk kondisi. Menurut para ahli, pesawat ini kini harus menjalani perbaikan jangka panjang sebelum dapat kembali beroperasi.
+ Video: Turki sukses uji coba rudal SOM-J dari F-16
Roda pendarat Su-34 merupakan bagian penting dari struktur pesawat, dirancang untuk menjamin keselamatan selama lepas landas, mendarat, dan bergerak di darat. Model ini dilengkapi sistem tiga roda yang diperkuat dengan penyangga hidung yang dapat ditarik, memungkinkan operasi di landasan yang belum dipersiapkan. Namun, pada kesempatan ini, terjadi kegagalan sistem yang belum diketahui penyebabnya, yang menyebabkan keruntuhan roda pendarat.
+ Jet tempur tercanggih di dunia, F-47, menerima investasi miliaran dolar dari AS

t.me/uac_ru
Sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina, Rusia memiliki sekitar 110 unit Su-34 dalam layanan aktif. Sejak awal konflik, diperkirakan sekitar 25 pesawat jenis ini telah hilang, meskipun jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena beberapa kerugian mungkin dirahasiakan oleh pemerintah Rusia.
Meskipun mengalami kerugian, produksi Su-34 masih berlangsung di Rusia, dengan estimasi laju produksi antara 10 hingga 12 unit per tahun — kira-kira satu pesawat setiap bulan.
Sumber dan gambar: mil.in.ua / X @ConflictTR. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
