
Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berhasil melakukan uji coba peluncuran drone FPV (First Person View) dari helikopter angkut Chinook sebagai bagian dari program eksperimental Hornets Nest.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh RAF melalui platform X. Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan helikopter sebagai platform bergerak untuk peluncuran massal drone FPV, teknologi yang semakin penting dalam skenario pertempuran modern.
+ Pilot Polandia selesaikan pelatihan F-35A Lightning II di Amerika Serikat

Selain itu, Kementerian Pertahanan Inggris menandatangani kontrak dengan perusahaan Viking Arms pada April 2025 untuk memasok secara cepat 180 drone FPV dalam berbagai ukuran (5, 8, dan 10 inci), dengan nilai kesepakatan sebesar £256.000 (sekitar US$336.805). Pengiriman peralatan diselesaikan hanya dalam 19 hari, menunjukkan kecepatan logistik militer Inggris.
Investasi strategis dalam drone lintas sektor
Inggris telah mempercepat kemampuan produksi dan integrasi drone secara signifikan di seluruh cabang angkatan bersenjatanya. Kementerian Pertahanan mengalokasikan £4,5 miliar untuk inisiatif penelitian, pengembangan, akuisisi, dan pelatihan terkait penggunaan kendaraan tak berawak dalam angkatan darat, laut, dan udara.
“Drone adalah teknologi revolusioner yang terus berkembang, dan penting bagi Inggris untuk terus berinvestasi dan mempertahankan posisinya di garis depan pengembangan drone agar tetap selangkah lebih maju dari para lawan kita,” ujar Kementerian dalam pernyataan resmi.
+ Lihat lebih banyak video drone militer
Sumber dan gambar: Royal Air Force | X @RoyalAirForce | militarnyi. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
