
Skuadron Udara Angkatan Laut (NAS) ke-815 Angkatan Laut Kerajaan baru-baru ini mendemonstrasikan kemampuan udara-ke-udara helikopter Wildcat Maritime Strike, dengan berhasil menargetkan dan menghancurkan drone Banshee berkecepatan tinggi selama latihan militer.
+ Klik di sini untuk menonton video
Dalam rekaman yang dirilis, sebuah helikopter Wildcat terlihat melacak dan menembak drone sebelum mengenainya secara langsung, memperkuat perannya sebagai platform serangan yang serbaguna dan efektif.
+ Kenali AW159 Wildcat: Helikopter Serang dan Pengintaian Angkatan Laut Kerajaan

Demonstrasi ini menyoroti kemampuan Wildcat untuk beroperasi secara independen dalam mendeteksi dan menetralisir ancaman udara, menjadikannya aset penting dalam arsenal Angkatan Laut Kerajaan. Helikopter Wildcat dirancang untuk misi serangan dan pengintaian, memberikan dukungan untuk operasi laut dan darat.
Rudal Martlet: Senjata Serbaguna
Martlet, juga dikenal sebagai Rudal Multi-Fungsi Ringan (LMM), adalah senjata berpemandu laser yang dikembangkan oleh Thales Air Defence untuk Inggris. Dirancang untuk keterlibatan udara-ke-permukaan, udara-ke-udara, permukaan-ke-udara, dan permukaan-ke-permukaan, rudal ini dinamai dari burung mitos dalam heraldik Inggris yang tidak pernah hinggap.
Martlet dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan Inggris akan “Senjata Berpemandu Udara-ke-Permukaan Masa Depan (Ringan)”, yang dirancang untuk melengkapi helikopter AW159 Wildcat Angkatan Laut Kerajaan. Rudal ini melengkapi rudal Sea Venom yang lebih berat, menjadikannya ideal untuk target yang lebih kecil dan lebih lincah, seperti kapal angkatan laut.

Rudal ini memiliki sistem pemandu canggih, propelan padat dua tahap, dan jangkauan hingga 8 km, mencapai kecepatan lebih dari Mach 1,5.
Masa Depan Operasional Martlet di Angkatan Laut Kerajaan
Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) awalnya memesan 1.000 unit Martlet pada tahun 2013, tetapi penundaan pengembangan membuat kapasitas operasional awalnya baru tercapai pada tahun 2021. Diperkirakan bahwa Angkatan Laut Kerajaan akan mencapai kapasitas operasional penuh dengan Martlet pada tahun 2025.
Martlet telah digunakan dalam konflik, termasuk Perang Rusia-Ukraina, menunjukkan relevansi dan efisiensinya dalam skenario pertempuran modern.
Sumber: ukdefencejournal / X @815º Skuadron Udara Angkatan Laut. Foto dan video: Wikimedia / Leonardo. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
