
Bayraktar TB3, kendaraan udara tempur tak berawak (UCAV) pertama di dunia yang dirancang untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek, berhasil melakukan empat penerbangan sepenuhnya otonom dari kapal induk TCG Anadolu selama uji coba di Teluk Saros.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Uji coba pada 22 April ini menandai kemajuan besar dalam kemampuan operasional drone berbasis laut. Menurut Baykar, produsen TB3, semua lepas landas dan pendaratan dilakukan secara otomatis tanpa bantuan eksternal menggunakan algoritme kecerdasan buatan yang terintegrasi. Penerbangan terakhir hari itu dilakukan saat matahari terbenam.
+ Lituania Investasikan €187,7 Juta untuk Kendaraan Tempur Vilkas dan Sistem Pertahanan Udara NASAMS
Sistem kendali penerbangan TB3, yang didukung AI buatan lokal, menjalankan semua manuver tanpa sistem bantu pendaratan tambahan, menunjukkan tingkat otonomi dan presisi yang tinggi.

Sejak penerbangan berbasis kapal pertamanya pada 19 November 2024, TB3 telah mengumpulkan lebih dari 1.016 jam terbang. Pada Desember 2023, drone ini menunjukkan daya tahannya dengan tetap mengudara selama 32 jam nonstop, menempuh jarak 5.700 kilometer tanpa mendarat.
Pada Maret tahun ini, Bayraktar TB3 menunjukkan kemampuan serangnya dalam uji tembak langsung. Pada 25 dan 27 Maret, UCAV ini menggunakan rudal supersonik UAV-122 buatan Roketsan untuk menghancurkan target laut tersembunyi. Dalam salah satu skenario, penunjukan target dilakukan oleh Bayraktar TB2 menggunakan laser untuk mengoordinasikan serangan gabungan.
Drone ini juga lolos uji kinerja ketinggian pada Juni 2024, mencapai 36.310 kaki menggunakan mesin PD-170 buatan dalam negeri dari TEI. Meski tidak memecahkan rekor nasional (45.118 kaki oleh Bayraktar AKINCI), hasil tersebut membuktikan kelayakannya dalam misi maritim.
Dalam perkembangan teknologi lainnya, TB3 melakukan uji coba pada Maret 2024 menggunakan sistem pengawasan dan penargetan ASELFLIR-500 dari ASELSAN. Integrasi ini berhasil dan meningkatkan akurasi platform dalam misi pengintaian.

Dengan sayap yang dapat dilipat dan sistem komunikasi di luar garis pandang, Bayraktar TB3 siap untuk misi jarak jauh dari laut. Setelah resmi dioperasikan, drone ini akan menjalankan misi strategis pengintaian dan serangan di wilayah terpencil, berperan sebagai pengganda kekuatan dalam operasi luar negeri.
Sumber dan gambar: Telegram @BaykarTech. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
