Video: AS Lakukan Penembakan UAV Pertama Menggunakan Drone Interseptor FPV

Drone interseptor SkyRaider FPV milik Angkatan Darat AS. Foto: U.S. Army
Drone interseptor SkyRaider FPV milik Angkatan Darat AS. Foto: U.S. Army

Dalam pencapaian bersejarah, militer AS berhasil menguji drone SkyRaider FPV bersenjata ranjau Claymore untuk menetralisir pesawat musuh tanpa awak

Angkatan Darat Amerika Serikat untuk pertama kalinya berhasil menembak jatuh UAV musuh menggunakan drone interseptor tipe FPV. Uji coba ini dilakukan oleh Brigade Lintas Udara ke-173 dengan menggunakan SkyRaider FPV buatan Aeryon Defense USA yang dipersenjatai ranjau anti-personel Claymore.
Demonstrasi ini merupakan bagian dari Proyek Shank, dengan keterlibatan Combat Capabilities Development Command Armaments Center (DEVCOM Armaments Center), dan berlangsung di langit Fort Rucker. Menurut pihak militer, ini adalah “pesawat pertama dalam sejarah Angkatan Darat AS yang dihancurkan di udara oleh drone FPV bersenjata.”

+ Klik di sini untuk menonton video

Sersan Staf Nate Shea mengoperasikan SkyRaider, sementara Sersan Staf Andrew Topits mengendalikan sistem UAV musuh simulasi selama pertempuran udara eksperimental. Setelah Claymore diledakkan, drone interseptor kehilangan kestabilan dan sinyalnya sempat terputus, namun kembali normal beberapa detik kemudian, membuktikan kemungkinan penggunaan kembali platform tersebut.
Dengan arsitektur terbuka, SkyRaider memungkinkan pemasangan berbagai muatan sesuai misi, sehingga meningkatkan fleksibilitas operasional.

Uji coba ini dilakukan sehari sebelum KTT Sistem Pesawat Tanpa Awak Angkatan Darat AS dan mencerminkan penerapan pelajaran dari perang Rusia–Ukraina. Tahun ini, militer AS juga menguji sistem peluncuran amunisi untuk drone di Jerman, serta secara resmi menetapkan quadcopter baru Skydio X10D sebagai platform standar operasi.

Skydio X10D. Instagram @skydiohq
Skydio X10D. Instagram @skydiohq

Menurut Departemen Pertahanan, inisiatif seperti ini merupakan bagian dari program modernisasi dan eksperimen skala besar Angkatan Darat AS yang bertujuan meningkatkan efektivitas dalam skenario pertempuran modern.

Sumber dan gambar: Militarnyi | U.S. Army | Instagram @skydiohq. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top