
Angkatan Udara Bela Diri Jepang hari ini mengadakan upacara resmi untuk pensiunnya pesawat angkut militer terakhir Kawasaki C-1, menandai berakhirnya babak penting dalam sejarah penerbangan militer Jepang.
+ Klik di sini untuk menonton video
Setelah 55 tahun bertugas, pesawat tersebut resmi dipensiunkan dalam sebuah upacara emosional di Pangkalan Udara Iruma.
+ Aljazair Membeli Jet Tempur Su-35 dari Rusia
Sebelum upacara pensiun, dua pesawat C-1 melakukan penerbangan demonstrasi terakhir mereka, memberikan pertunjukan terakhir bagi para penggemar penerbangan yang berkumpul untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Perpisahan ini menarik banyak penonton, termasuk pecinta penerbangan dan sejarawan penerbangan yang ingin melihat secara langsung peristiwa bersejarah ini.
Dalam salah satu video yang dibagikan di media sosial, terdengar suara “siulan” khas dari mesin Pratt & Whitney JT8D, yang menjadi ciri khas pesawat ini selama lebih dari lima dekade beroperasi di Angkatan Udara Jepang.
Warisan Kawasaki C-1

Kawasaki C-1 dikembangkan pada akhir tahun 1960-an untuk memenuhi kebutuhan transportasi Angkatan Udara Bela Diri Jepang. Dirancang untuk beroperasi di landasan pacu pendek dan mengangkut kargo serta pasukan dalam misi domestik, C-1 memainkan peran penting dalam logistik militer Jepang selama bertahun-tahun.
Dengan pensiunnya C-1, Angkatan Udara Jepang kini berfokus pada modernisasi armada dengan pesawat yang lebih canggih, seperti Kawasaki C-2, yang menawarkan kapasitas muatan lebih besar dan efisiensi operasional lebih tinggi.
Video: X @mania1515. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
