
Selama tahap akhir latihan Maritime Interaction 2025, angkatan laut Rusia dan Tiongkok melakukan serangkaian manuver canggih di Laut Jepang, mensimulasikan skenario pertempuran nyata melawan pasukan musuh fiktif.
Unit-unit angkatan laut melakukan latihan artileri intensif, menembaki target yang mewakili kelompok kapal pendarat milik musuh simulasi.
Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan reaksi terkoordinasi terhadap potensi ancaman laut.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Berburu Kapal Selam Secara Bersama
Bersamaan dengan pertempuran permukaan, pasukan gabungan Rusia-Tiongkok memusatkan upaya pada pencarian dan netralisasi kapal selam musuh simulasi.
+ Video: Uralvagonzavod rayakan 52 tahun pengabdian tank legendaris T-72
Untuk itu, digunakan pesawat anti-kapal Y-8 milik Tiongkok, pesawat patroli maritim Il-38 dari Armada Pasifik Rusia, serta helikopter berbasis kapal.
Operasi ini berpuncak pada keberhasilan pendeteksian dan penghancuran bersyarat kapal selam, menyoroti efektivitas dan sinergi antara kedua negara.
Pengakuan Bersama dan Fase Operasi Baru
Setelah keberhasilan operasi, awak kapal dari Rusia dan Tiongkok saling menyampaikan ucapan terima kasih secara resmi atas kerja sama bersama.
Setelah pengisian ulang logistik, kapal-kapal tersebut kini akan membentuk detasemen angkatan laut baru dengan misi melakukan patroli bersama di kawasan Asia-Pasifik, memperkuat kerja sama militer antara Moskow dan Beijing.
Sumber dan gambar: Kementerian Pertahanan Rusia melalui Telegram, @mod_russia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim redaksi.
