Vatikan aktifkan sistem antidrone dan pemblokiran sinyal untuk lindungi pemilihan Paus

DJI Mavic. Foto: Wikimedia
DJI Mavic. Foto: Wikimedia

Vatikan sedang menerapkan langkah-langkah keamanan yang diperketat untuk konklaf yang akan memilih pengganti Paus Fransiskus, yang dimulai pada hari Rabu (7) ini.

+ Antropolog Inggris Mengklaim Telah Menemukan Jenazah Yesus

Acara yang akan mempertemukan 133 kardinal dari berbagai negara di Kapel Sistina ini akan dilaksanakan secara sangat rahasia dan dapat berlangsung selama dua hingga tiga hari. Perlindungan tidak hanya terbatas pada ancaman fisik: tujuannya juga untuk mencegah segala bentuk kebocoran informasi selama proses pemungutan suara.

Vatikan menggunakan antidrone dan pemblokiran sinyal untuk menjamin kerahasiaan pemilihan Paus baru di Kapel SistinaVatikan menggunakan antidrone dan pemblokiran sinyal untuk menjamin kerahasiaan pemilihan Paus baru di Kapel Sistina (Seifeddine Dridi – Unsplash)

Keamanan dikoordinasikan oleh Garda Swiss Kepausan dan Korps Gendarmerie Vatikan, dan rincian pengamanannya tidak diungkapkan karena alasan kerahasiaan. Diperkirakan, seperti halnya saat pemakaman Paus, perangkat antidrone akan digunakan untuk menetralkan potensi gangguan udara. Selain itu, pada tanggal 7, semua sinyal telekomunikasi seluler akan diblokir di wilayah Vatikan, kecuali di area Castel Gandolfo.

Langkah tambahan mencakup pemasangan pengacak elektronik di bawah lantai Kapel Sistina, pemindaian dengan pemindai anti-sadap, dan penggunaan sangkar Faraday untuk mencegah transmisi sinyal.

Para kardinal bersumpah untuk menjaga kerahasiaan mutlak, tidak diizinkan mengirim pesan atau mengakses media selama proses berlangsung, dan dibutuhkan setidaknya 89 suara, atau dua pertiga dari total, untuk menentukan pemimpin baru Gereja Katolik.

Sumber: Olhar Digital | Foto: Seifeddine Dridi – Unsplash dan Wikimedia | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top