
Sierra Nevada Corporation (SNC) secara resmi meluncurkan UTS Freedom Trainer, proposalnya untuk program Undergraduate Jet Training System (UJTS) Angkatan Laut Amerika Serikat, yang bertujuan menggantikan T-45 Goshawk yang sudah usang.
Proyek ini berasal dari sebuah konsep yang pernah ikut serta dalam kompetisi T-X Angkatan Udara AS sebelumnya, namun kini didesain ulang “dari nol” oleh SNC. Meski demikian, proyek ini masih memiliki akar dari kolaborasi sebelumnya dengan Turkish Aerospace – hubungan yang mencerminkan asal-usul Turki keluarga Özmen, pemilik perusahaan sejak 1994.
+ Klik di sini untuk menonton video UTS Freedom Trainer

Pelatihan angkatan laut tingkat lanjut
Freedom Trainer telah dioptimalkan untuk kebutuhan penerbangan angkatan laut, termasuk kemampuan melakukan pendekatan dan pendaratan di kapal induk hingga touchdown – fitur yang tidak secara resmi diwajibkan oleh UJTS, namun bisa menjadi keuntungan kompetitif.
Sebagai bagian dari ekosistem “Freedom Family of Training Systems”, proyek ini tidak terbatas pada pesawat saja: ia mencakup simulator darat dan logistik terintegrasi, menawarkan paket pelatihan yang lengkap.
+ Video: F/A-18D Hornet Angkatan Udara Malaysia meledak saat lepas landas di Kuantan

Biaya lebih rendah dan efisiensi lebih tinggi
SNC menyatakan bahwa badan pesawat ini akan memiliki masa pakai 16.000 jam dan biaya operasional hingga 40% lebih rendah dibandingkan dengan sistem pelatihan saat ini, terutama pada mesin. Selain itu, Freedom Trainer menjanjikan peningkatan 30–40% dalam durasi penerbangan, faktor yang dapat berdampak langsung pada efektivitas pelatihan.
Dalam program UJTS, Freedom Trainer akan menghadapi pesaing tangguh:
- Boeing–Saab dengan T-7A Red Hawk,
- Lockheed Martin–KAI dengan TF-50N,
- Textron–Leonardo dengan Beechcraft M-346N,
- serta perusahaan kecil Stavatti, yang menghadirkan SM-31T Stiletto.
Publikasi resmi RFP (Request for Proposals) Angkatan Laut AS diperkirakan akan dirilis pada akhir tahun ini.
Sumber dan gambar: Sierra Nevada Corporation. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
