
Ukraina mengungkap rincian baru tentang Marta, versi baru dari howitzer swagerak 2S22 Bohdana yang dipasang pada truk militer Mercedes-Benz Zetros.
Menurut laporan situs khusus Defence Blog, informasi tersebut dikonfirmasi selama pameran pertahanan Eurosatory 2026 yang digelar di Paris.
Menurut perwakilan industri pertahanan Ukraina, sistem ini akan menggunakan meriam 155 mm dengan laras L39 dan akan menjadi bagian dari batch 200 unit yang didanai oleh Jerman. Proyek ini merupakan bagian dari perjanjian kerja sama militer yang ditandatangani antara Kyiv dan Berlin pada akhir 2025, yang mengalokasikan sekitar €750 juta, atau sekitar US$870 juta, untuk produksi kendaraan tersebut.

Bohdana adalah howitzer swagerak standar NATO pertama yang dikembangkan oleh Ukraina dan telah digunakan dalam pertempuran selama perang melawan Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem ini muncul pada berbagai platform, termasuk sasis KrAZ, MAZ, dan Tatra. Versi baru Marta akan menggunakan truk Zetros asal Jerman, yang banyak digunakan oleh angkatan bersenjata Eropa.
Menurut para analis, penggunaan sasis Jerman dapat mempermudah perawatan dan pasokan suku cadang, selain meningkatkan kompatibilitas logistik dengan negara-negara NATO. Penggunaan Zetros juga sejalan dengan fakta bahwa Jerman merupakan pendana utama program tersebut.
Meskipun meriam L39 berpotensi memiliki jangkauan yang lebih rendah dibandingkan sistem Barat yang dilengkapi laras L52, seperti howitzer Jerman PzH 2000, konfigurasi ini memprioritaskan mobilitas dan kecepatan perpindahan, karakteristik yang dianggap penting untuk bertahan dalam operasi kontra-baterai di medan perang Ukraina. Rincian kinerja sistem baru ini belum diungkapkan.

+ Untuk menarik sukarelawan asing, Ukraina mengusulkan gaji hingga US$10 ribu untuk pasukan penyerbu
Foto: Reproduksi / Defence Blog. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
