
Angkatan Udara Ukraina telah menerima gelombang baru simulator penerbangan bergerak untuk jet tempur F-16, sehingga meningkatkan kemampuannya dalam melatih pilot untuk menjalankan misi tempur.
Menurut laporan portal Ukraina Militarnyi, peralatan tersebut memungkinkan pilot berlatih menjalankan prosedur kompleks tanpa harus menggunakan pesawat sungguhan, sehingga mengurangi biaya dan menjaga kondisi armada.
Simulator tersebut mereproduksi skenario pertempuran yang realistis dan memungkinkan pilot berlatih menggunakan sensor, persenjataan, serta merespons berbagai ancaman sebelum lepas landas, menurut Kementerian Pertahanan Ukraina.

Peralatan tersebut merupakan bagian dari Koalisi Kapabilitas Angkatan Udara, sebuah inisiatif yang didukung oleh negara-negara mitra untuk memperkuat kekuatan penerbangan tempur Ukraina. Menteri Transformasi Digital, Mykhailo Fedorov, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Belanda, Republik Ceko, dan Austria atas dukungan mereka terhadap proyek tersebut.
Kedatangan gelombang baru ini terjadi ketika Ukraina memperluas armada jet tempur buatan Barat dan berupaya mempercepat pelatihan pilot. Dengan semakin banyaknya simulator yang tersedia, diharapkan jumlah personel militer yang terlatih dapat meningkat dan waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan mereka menjalankan operasi menggunakan F-16 dapat dikurangi.
Meningkatkan pelatihan pilot F-16: Ukraina telah menerima simulator bergerak langka untuk mempersiapkan awak kami tanpa perlu menggunakan pesawat sungguhan. Unit khusus ini memungkinkan pilot berlatih menghadapi skenario pertempuran yang kompleks, sehingga meningkatkan kemampuan kami untuk menembak jatuh rudal Rusia dan menyelamatkan nyawa.
Peralatan baru ini… pic.twitter.com/P6LUfpCMMs
— Mykhailo Fedorov (@FedorovMykhailo) 13 Juli 2026
Foto: Ministry of Defense of Ukraine | X @FedorovMykhailo. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
