
Ukraina mengumumkan serangan drone bersejarah yang diklaim menargetkan dan menghancurkan dua pesawat amfibi Be-12 “Tchaika” yang sangat langka milik Angkatan Laut Rusia.
Serangan yang diklaim oleh intelijen Ukraina (GUR) ini terjadi di pangkalan udara Kacha, di Krimea yang dianeksasi, dan digambarkan sebagai yang pertama terhadap jenis pesawat ini. Rekaman yang dirilis menunjukkan drone kamikaze menghantam pesawat dan sebuah helikopter Mi-8, yang diduga menghancurkan ketiganya.
+ Boeing merilis video uji terbang T-7A Red Hawk
Kehilangan ini sangat signifikan bagi Rusia, yang hanya memiliki armada terbatas dari pesawat era Soviet ini, diperkirakan hanya empat hingga enam unit operasional. Jika kerusakan ini dikonfirmasi, kapasitas operasional Rusia dengan Be-12 bisa berkurang setengahnya.

Pesawat-pesawat ini sangat penting bagi Moskow, yang telah mengadaptasi peran aslinya sebagai pesawat perang anti-kapal selam untuk berpatroli di Laut Hitam, tempat mereka berusaha mendeteksi dan melawan ancaman kapal drone Ukraina yang semakin meningkat.
Serangan ini merupakan bagian dari kampanye luas Ukraina untuk menolak kendali Rusia atas Krimea, secara sistematis menargetkan aset bernilai tinggi seperti radar dan pesawat, baik di pangkalan di semenanjung maupun di wilayah Rusia yang lebih dalam. Kekurangan suku cadang dan serangan darat berturut-turut kini menimbulkan tanda tanya atas masa depan Be-12 — pesawat yang telah bertahan sejak runtuhnya Uni Soviet, namun mungkin akan mengakhiri karier panjangnya bukan di udara, melainkan di darat.
Sumber: The War Zone | Foto: X @DefenceU | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
For the first time in history 🔥
The warriors from the @DI_Ukraine destroyed two russian Be-12 Chayka amphibious aircraft. Be-12s amphibious aircraft are equipped with expensive equipment for detecting and combating submarines. This is the first ever strike on a Be-12.
The… pic.twitter.com/s8MskN8ZAo— Defense of Ukraine (@DefenceU) 22 September 2025
