
Prototipe seberat 1.000 kg ini tetap berada di udara selama 16 jam tanpa henti, menempuh jarak 2.400 km dan menunjukkan efisiensi bahan bakar serta kinerja aerodinamis yang luar biasa.
Perusahaan asal Amerika Serikat dengan akar Belarus, UAVOS, baru-baru ini mengumumkan hasil uji coba yang sukses dari kendaraan udara tak berawak (UAV) ketinggian menengah dengan daya tahan lama terbarunya, S1V300.
+ Tonton video presentasi S1V300 dari UAVOS
Dalam penerbangan uji terbaru, UAV seberat 1.000 kg ini tetap terbang selama sekitar 16 jam, menempuh jarak sekitar 2.400 km — sebuah pencapaian signifikan yang menunjukkan potensi platform ini untuk operasi jarak jauh.
Efisiensi dan Desain Canggih
Menurut pendiri dan CEO UAVOS, Alexey Stratsilatov, keberhasilan uji coba ini merupakan hasil dari serangkaian peningkatan teknis yang secara langsung meningkatkan efisiensi dan daya tahan penerbangan. Beberapa di antaranya termasuk sayap dengan bentang lebar dan ujung aerodinamis, mekanisasi sayap yang disempurnakan, roda pendarat ringan berbahan komposit, saluran udara yang dapat ditarik, serta ekor berbentuk Y.

Dengan kecepatan jelajah 130 km/jam, S1V300 hanya mengonsumsi 10 liter bahan bakar per jam. Menurut UAVOS, sistem ini mampu melakukan penerbangan lebih dari 40 jam sambil membawa muatan antara 30 hingga 40 kg.
Aplikasi Serbaguna
Platform ini ditawarkan untuk aplikasi sipil maupun militer. Dalam bidang komersial, drone ini dapat digunakan untuk pemantauan lingkungan, keamanan perbatasan, inspeksi infrastruktur, dan pertanian presisi. Dalam operasi pertahanan, S1V300 cocok untuk misi pengintaian, pengawasan, dan intelijen (ISR).
Sistem baru ini memperkuat portofolio UAVOS dalam solusi MALE (Medium Altitude Long Endurance), sekaligus mengukuhkan posisi perusahaan sebagai salah satu pengembang independen terkemuka di bidang teknologi penerbangan tak berawak di pasar global.
Sumber dan gambar: UAVOS. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
