
Unit pertama UAV generasi baru akan dikirimkan pada tahun 2026; produksi tahunan diperkirakan mencapai 12 unit
Perusahaan Turki Baykar secara resmi mengumumkan dimulainya produksi massal Kizilelma, drone tempur tak berawak inovatif yang dikembangkan di negara tersebut. Menurut publikasi Turki Savunma Sanayi ST, pengiriman pertama pesawat ini dijadwalkan pada tahun 2026.
+ Video: Drone dari Brigade ke-22 Hancurkan Dua Tank Rusia di Wilayah Kharkiv
“Kami memulai produksi massal KIZILELMA tahun ini. Kami berharap akan siap dikirim tahun depan. Saat ini, Kizilelma keenam sedang berada di jalur produksi,” ujar Selçuk Bayraktar, presiden Baykar.
Bayraktar menekankan pentingnya proyek ini secara historis: “Dulu Turki bahkan tidak bisa merancang pesawatnya sendiri, tetapi kini telah mencapai posisi sebagai pemimpin dunia dalam teknologi kendaraan udara tak berawak.”
Produksi dan Kapasitas
Target industri pertahanan Turki adalah memproduksi hingga 12 drone Kizilelma per tahun, menjadikan Turki sebagai referensi global dalam pengembangan UAV tempur.
Sejarah dan Kemajuan

Desain drone Kizilelma pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021, awalnya dengan akronim MİUS (Muharip İnsansız Uçak Sistemi – Sistem Pesawat Tempur Tak Berawak). Hanya satu tahun kemudian, proyek ini sudah memasuki tahap prototipe.
Penerbangan pertama Kizilelma awalnya dijadwalkan untuk tahun 2023, namun pencapaian itu terjadi lebih awal: drone tersebut berhasil terbang untuk pertama kalinya pada Desember 2022. Pada Januari 2023, pesawat ini berhasil menyelesaikan uji terbang kedua, diikuti oleh pengujian sukses lainnya.
Video: KIZILELMA menyelesaikan uji aerodinamis dan melangkah maju dalam jadwal militer
Dengan produksi massal yang sudah dimulai dan jadwal pengiriman yang agresif, Kizilelma menjanjikan untuk mendefinisikan ulang peran Turki dalam industri penerbangan militer global.
Sumber: savunmasanayist | X @SavunmaSanayiST | Baykar. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
