
Donald Trump mengejutkan publik dengan meninggalkan Air Force One baru, sebuah Boeing 747 yang disumbangkan oleh Qatar dan baru-baru ini diadaptasi untuk penggunaan kepresidenan, saat kembali dari KTT NATO di Turki.
Alih-alih tetap berada di pesawat baru sepanjang perjalanan, Trump naik ke VC-25 lama, yang secara tradisional digunakan sebagai Air Force One, untuk sebagian rute.
Pergantian tersebut terjadi di tengah laporan mengenai kekhawatiran terhadap keamanan pesawat baru itu. Jet baru tersebut, yang diperkirakan bernilai sekitar US$ 400 juta, dikonversi secara darurat untuk berfungsi sebagai solusi sementara sementara Boeing menyelesaikan pesawat kepresidenan baru, yang pengirimannya dijadwalkan pada 2028.

Meski telah mengalami adaptasi, para ahli menunjukkan bahwa pesawat tersebut belum dilengkapi dengan semua sistem pertahanan dan penanggulangan yang ada pada Air Force One saat ini, seperti sensor peringatan rudal canggih.
Trump menyatakan bahwa pesawat baru itu menuju pangkalan udara RAF Mildenhall di Inggris, agar personel militer Amerika dapat mengenalnya sebelum digunakan kembali pada tahap akhir perjalanan menuju Washington.
Namun, perubahan tersebut memicu spekulasi mengenai tingkat perlindungan yang ditawarkan oleh pesawat itu di tengah situasi ketegangan internasional yang tinggi.

+ Rostec memperkenalkan drone Saturno-30 dan Saturno-10 dengan kecerdasan buatan
Foto: Domain publik. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
